Presiden Macron Dijadwalkan Kunjungi Candi Borobudur Bersama Presiden Prabowo

- Editorial Team

Rabu, 28 Mei 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Candi Borobudur aphorst Faas

Candi Borobudur aphorst Faas

Jogjakarta – MataIndonesia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan mengunjungi Candi Borobudur di Magelang bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan ini merupakan bagian dari lawatan dua hari Macron ke Indonesia, di mana ia menyempatkan diri untuk melihat salah satu warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.

Menjelang kunjungan tersebut, pemerintah Indonesia melakukan berbagai penataan infrastruktur demi memastikan kenyamanan dan keamanan tamu negara. Momentum ini pun dinilai penting, tidak hanya dari sisi diplomasi budaya, tetapi juga sebagai pengingat sejarah panjang Candi Borobudur yang nyaris terlupakan sebelum ditemukan kembali pada awal abad ke-19.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Candi Borobudur: Pernah Hilang, Kini Jadi Warisan Dunia

Candi Borobudur dibangun sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram Kuno. Namun, seiring berjalannya waktu, candi ini terbengkalai. Struktur megahnya tertutup oleh tanah dan semak belukar akibat bencana alam dan minimnya perhatian masyarakat lokal. Keberadaannya nyaris terlupakan selama berabad-abad.

Perhatian terhadap situs ini kembali muncul pada tahun 1813, ketika Tan Jin Sing, seorang keturunan Tionghoa yang saat itu menjabat Bupati Yogyakarta, menyampaikan informasi penting kepada Letnan Gubernur Inggris di Jawa, Thomas Stamford Raffles. Ia menceritakan bahwa salah satu mandornya di Desa Bumisegoro melihat struktur candi besar yang terlantar.

Awal Penemuan Kembali Borobudur

Raffles, yang dikenal memiliki minat besar terhadap peninggalan arkeologi, merespons laporan Tan Jin Sing dengan serius. Ia mengutus Tan bersama sejumlah warga lokal untuk menelusuri lokasi tersebut. Mereka menemukan sebuah bangunan besar yang hampir seluruhnya tertutup tanah dan semak-semak—bangunan itu dikenal oleh warga sebagai Borobudur.

Melihat potensi besarnya, Raffles segera menginstruksikan dilakukannya upaya ekskavasi dan pemugaran awal. Ia mengirim arkeolog Belanda Christian Cornelius, yang kala itu telah berpengalaman dalam memugar sejumlah candi di Jawa. Bersama tim yang terdiri dari sekitar 200 pekerja lokal, mereka mulai membuka kembali situs bersejarah tersebut.

Menurut catatan Tim Hannigan dalam Raffles dan Invasi Inggris ke Jawa (2015), hanya dalam waktu dua minggu, sebagian besar struktur utama candi berhasil dibersihkan dari tanah dan semak belukar. Cornelius lalu menyusun deskripsi rinci Borobudur yang dilaporkan kepada Raffles di Batavia.

Warisan yang Diangkat Kembali ke Panggung Dunia

Meskipun bukan penemu pertama secara literal, nama Raffles, Tan Jin Sing, dan Cornelius dikenang sebagai tokoh penting yang mengangkat kembali Borobudur ke kancah dunia. Dari kondisi terbengkalai dan nyaris dilupakan, Borobudur akhirnya mendapat perhatian luas dari para peneliti dan arkeolog Eropa.

Setelah Inggris meninggalkan Jawa pada tahun 1816, pemerintah kolonial Belanda melanjutkan upaya konservasi dan penelitian terhadap situs tersebut. Puluhan tahun kemudian, hasil dari proses panjang ini kini bisa dinikmati masyarakat dunia.

Kunjungan Presiden Macron ke Candi Borobudur bersama Presiden Prabowo bukan hanya menjadi bagian dari agenda kenegaraan, tetapi juga penegas pentingnya pelestarian warisan sejarah dan budaya yang menyatukan bangsa dan lintas negara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB