MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menginstruksikan agar paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terindikasi tidak layak segera ditarik dan dikembalikan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini diberlakukan secara ketat guna menjaga keamanan pangan dan mencegah risiko gangguan kesehatan bagi para peserta didik maupun guru penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, BGN menerapkan aturan bahwa jika ditemukan satu komponen makanan yang bermasalah—seperti sayur yang berbau atau basi—maka seluruh bagian dalam paket makanan tersebut dilarang keras untuk dikonsumsi. Makanan yang bermasalah harus langsung dikembalikan ke SPPG terkait, dan BGN akan segera melakukan pengujian serta investigasi untuk mendalami penyebab ketidaklayakan tersebut.
Untuk memperketat pengawasan di lapangan, para guru diimbau turut aktif memeriksa kondisi fisik dan aroma makanan secara organoleptik sebelum disajikan. BGN juga memfasilitasi peran pengawasan guru dengan menyediakan saluran pengaduan khusus melalui email saluran_gurupicMBG@bgn.go.id untuk menampung berbagai temuan, masukan, maupun keluhan terkait distribusi MBG di sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudaryono menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan prioritas utama BGN dalam program ini. Oleh karena itu, BGN berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh masukan masyarakat dan tidak ragu memberikan sanksi atau menindak tegas pihak SPPG yang terbukti lalai dalam menjaga standar kualitas serta keselamatan makanan.












