Prabowo Tantang Raksasa Fast Food Dunia: Produksi Makan Bergizi Gratis Segera Lampaui McDonald’s

- Editorial Team

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Presiden RI (Sumber: Kompas.com)

Prabowo Presiden RI (Sumber: Kompas.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan berani di panggung global. Dari World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia segera melampaui kapasitas produksi McDonald’s, salah satu jaringan makanan terbesar di dunia.

“Hingga tadi malam, kami telah memproduksi 59,8 juta porsi makanan setiap hari untuk anak-anak, ibu, dan lansia yang hidup sendiri,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Angka itu bukan sekadar statistik domestik. Prabowo secara eksplisit membandingkannya dengan McDonald’s, korporasi global yang selama puluhan tahun menjadi simbol industri pangan dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kita akan melampaui angka 68 juta porsi per hari milik McDonald’s,” tegasnya.

Dari Program Sosial ke Skala Industri Global

MBG bukan sekadar program bantuan. Dalam narasi Prabowo, program ini telah menjelma menjadi operasi logistik pangan raksasa, yang dijalankan negara untuk menjangkau puluhan juta rakyat setiap hari.

Prabowo mengungkapkan, MBG mulai dirintis sejak Januari 2025, dan kini bergerak menuju target ambisius: 82,9 juta porsi makanan per hari.

Perbandingan yang ia ajukan mencolok:
McDonald’s memulai dapur pertamanya pada 1940, dan membutuhkan lebih dari lima dekade untuk mencapai produksi 68 juta porsi per hari. Indonesia, kata Prabowo, mengejar—bahkan melampaui—angka itu dalam waktu kurang dari dua tahun.

“Kami berharap bisa mencapai 82,9 juta porsi pada akhir Desember 2026. Tapi tim saya bilang, tidak Pak, kita akan mencapainya sebelum Desember,” kata Prabowo.

Mei 2026 Jadi Titik Balik

Target itu bukan sekadar optimisme politik. Prabowo menyebut, jika laju produksi saat ini konsisten, Mei 2026 berpotensi menjadi momen ketika Indonesia resmi menjadi penyedia makanan harian terbesar di dunia—mengalahkan jaringan fast food global.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Prabowo: negara hadir langsung mengurus gizi rakyat, bukan menyerahkannya sepenuhnya pada mekanisme pasar.

Pesan Simbolik di Forum Dunia

Di hadapan elite ekonomi global, pernyataan Prabowo memuat pesan yang lebih dalam:
Indonesia tidak hanya berbicara soal pertumbuhan, tetapi ketahanan manusia, gizi, dan keadilan sosial—dengan skala yang bahkan menyaingi korporasi multinasional.

MBG kini bukan lagi sekadar program nasional.
Ia telah berubah menjadi simbol ambisi negara, bahwa urusan perut rakyat bisa dikelola lebih masif dari bisnis global.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Money Trees Vol. 1: Akar, HIPMI Jakarta Selatan Hadirkan Ruang Eksklusif bagi Pengusaha Muda untuk Tumbuh Tanpa Takut
Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
Pelayanan Sertifikasi Halal On The Spot Semarakkan “Maradika Ramadhan QRIS UMKM Baik” di Polewali Mandar
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB