Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping

- Editorial Team

Senin, 16 Maret 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump dan XI Jinping (Sumber: bisnis.com).

Donald Trump dan XI Jinping (Sumber: bisnis.com).

MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada NATO mengenai masa depan yang “sangat buruk” jika negara-negara sekutu enggan membantu pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Dalam wawancara bersama Financial Times pada Minggu (15/3), Trump juga memberikan sinyal kuat untuk menunda rencana pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping. Ia menegaskan bahwa Beijing harus ikut bertanggung jawab mengamankan jalur tersebut mengingat China menggantungkan 90 persen pasokan minyaknya dari sana.

Ketidakpastian Kunjungan ke Beijing dan Negosiasi di Paris

Trump berencana mengevaluasi sikap China terlebih dahulu sebelum memutuskan waktu kunjungannya ke Beijing. Meskipun ia mengisyaratkan kemungkinan penundaan, upaya diplomatik di tingkat bawah tetap berjalan melalui pertemuan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, di Paris. Perundingan tersebut bertujuan menyelesaikan hambatan kesepakatan gencatan perang dagang sekaligus menyiapkan jalan bagi pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping yang semula dijadwalkan pada akhir Maret.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan Pengiriman Kapal Perang Internasional

Trump menuntut agar seluruh negara yang memetik keuntungan dari Selat Hormuz turun tangan menjamin keamanan di wilayah tersebut. Ia mendesak negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk segera mengirimkan kapal perang mereka ke kawasan konflik. Menurut Trump, sudah saatnya pihak-pihak yang menikmati aliran logistik dari selat tersebut memastikan tidak ada insiden buruk yang mengganggu stabilitas perdagangan dunia.

Dukungan Militer untuk Menghadapi Ancaman Iran

Terkait bentuk bantuan yang ia harapkan, Trump merinci perlunya pengiriman kapal penyapu ranjau dan aset militer lain untuk menangkal ancaman drone serta ranjau laut. Ia mengklaim bahwa pasukan Amerika telah memukul mundur kekuatan Iran dengan sangat keras, sehingga Teheran kini hanya memiliki sedikit pilihan selain membuat gangguan di Selat Hormuz. Trump menegaskan kembali bahwa negara-negara pengguna jalur tersebut memiliki kewajiban moral untuk membantu militer AS dalam menjaga keamanan pelayaran internasional.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel
Vatikan Tegaskan Tak Akan Gabung ke Board of Peace Buatan Trump

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB