MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada NATO mengenai masa depan yang “sangat buruk” jika negara-negara sekutu enggan membantu pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Dalam wawancara bersama Financial Times pada Minggu (15/3), Trump juga memberikan sinyal kuat untuk menunda rencana pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping. Ia menegaskan bahwa Beijing harus ikut bertanggung jawab mengamankan jalur tersebut mengingat China menggantungkan 90 persen pasokan minyaknya dari sana.
Ketidakpastian Kunjungan ke Beijing dan Negosiasi di Paris
Trump berencana mengevaluasi sikap China terlebih dahulu sebelum memutuskan waktu kunjungannya ke Beijing. Meskipun ia mengisyaratkan kemungkinan penundaan, upaya diplomatik di tingkat bawah tetap berjalan melalui pertemuan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, di Paris. Perundingan tersebut bertujuan menyelesaikan hambatan kesepakatan gencatan perang dagang sekaligus menyiapkan jalan bagi pertemuan puncak antara Trump dan Xi Jinping yang semula dijadwalkan pada akhir Maret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tuntutan Pengiriman Kapal Perang Internasional
Trump menuntut agar seluruh negara yang memetik keuntungan dari Selat Hormuz turun tangan menjamin keamanan di wilayah tersebut. Ia mendesak negara-negara seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk segera mengirimkan kapal perang mereka ke kawasan konflik. Menurut Trump, sudah saatnya pihak-pihak yang menikmati aliran logistik dari selat tersebut memastikan tidak ada insiden buruk yang mengganggu stabilitas perdagangan dunia.
Dukungan Militer untuk Menghadapi Ancaman Iran
Terkait bentuk bantuan yang ia harapkan, Trump merinci perlunya pengiriman kapal penyapu ranjau dan aset militer lain untuk menangkal ancaman drone serta ranjau laut. Ia mengklaim bahwa pasukan Amerika telah memukul mundur kekuatan Iran dengan sangat keras, sehingga Teheran kini hanya memiliki sedikit pilihan selain membuat gangguan di Selat Hormuz. Trump menegaskan kembali bahwa negara-negara pengguna jalur tersebut memiliki kewajiban moral untuk membantu militer AS dalam menjaga keamanan pelayaran internasional.












