Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS

- Editorial Team

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kim Jong Un dan Donald Trump (Sumber:BBC)

Kim Jong Un dan Donald Trump (Sumber:BBC)

MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan kesiapannya untuk memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat, asalkan Washington menghormati status negaranya sebagai kekuatan nuklir. Kim menyampaikan pesan ini saat menghadiri parade militer peringatan Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea (WPK). Ia menyatakan bahwa penghentian kebijakan permusuhan dari pihak AS menjadi kunci utama bagi kedua negara untuk menjalin hubungan baik di masa depan.

Selama lima tahun terakhir, Kim mengklaim Partai Pekerja telah memperkuat posisi Korea Utara secara permanen sebagai negara bersenjata nuklir. Langkah ini menjadi sinyal keras bagi para lawan bahwa Pyongyang tidak akan pernah melepas aset nuklirnya sebelum situasi dunia berubah total. Bagi Kim, penguatan senjata nuklir bukan sekadar simbol, melainkan inti dari strategi penangkalan dan kesiapan tempur nasional.

Ke depannya, Korea Utara berencana menambah kekuatan nuklirnya secara besar-besaran setiap tahun. Pemerintah akan fokus meningkatkan jumlah hulu ledak, memperluas jangkauan operasi, serta memodernisasi sistem kendali senjata nuklir. Kim juga memprioritaskan penyediaan senjata nuklir bagi angkatan laut guna menjamin keamanan dan hak pembangunan negara secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kim menilai langkah ini sangat krusial mengingat situasi keamanan di Semenanjung Korea yang kian terancam. Ia menyoroti ekspansi blok militer pimpinan AS di kawasan Asia-Pasifik yang terus melakukan aksi provokatif di luar batas. Menurutnya, kekuatan nuklir adalah satu-satunya jaminan kokoh untuk menjaga kedaulatan negara dari ancaman eksternal tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel
Vatikan Tegaskan Tak Akan Gabung ke Board of Peace Buatan Trump

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB