Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional

- Editorial Team

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intelijen Iran Ringkus 30 Agen Asing Mata-mata AS dan Israel (Sumber: Wartakotalive.com)

Intelijen Iran Ringkus 30 Agen Asing Mata-mata AS dan Israel (Sumber: Wartakotalive.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Otoritas keamanan Iran menangkap puluhan orang, termasuk seorang warga negara asing, karena dugaan aktivitas spionase untuk Amerika Serikat (AS) dan Israel. Langkah tegas ini muncul sebagai respons atas meningkatnya ketegangan militer antara Teheran dengan Washington dan Tel Aviv. Kementerian Intelijen Iran menuduh warga asing tersebut bertindak sebagai agen intelijen sekaligus perantara bagi dua negara di kawasan Teluk, meskipun pemerintah masih merahasiakan identitas maupun kewarganegaraan sang terduga.

Pembersihan Jaringan Intelijen Asing

Media setempat melaporkan bahwa aparat keamanan telah meringkus sekitar 30 orang yang diduga tergabung dalam jaringan intelijen asing dalam beberapa hari terakhir. Kementerian terkait menjelaskan bahwa kelompok ini terdiri dari mata-mata, tentara bayaran internal, hingga agen operasional yang bekerja secara rahasia demi kepentingan Amerika Serikat dan Israel. Selain itu, Kepala Kepolisian Iran, Ahmadreza Radan, mengonfirmasi penahanan 81 orang lainnya yang dituduh membocorkan informasi internal kepada media asing serta pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh negara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kontroversi Penangkapan dan Tekanan Politik

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memang sering kali menangkap warga asing maupun warga berkewarganegaraan ganda atas tuduhan pelanggaran keamanan nasional. Namun, sejumlah kelompok hak asasi manusia menuding Teheran kerap menggunakan penangkapan tersebut sebagai alat tawar atau tekanan politik terhadap negara-negara Barat. Pemerintah Iran membantah keras tuduhan tersebut dan bersikeras bahwa setiap tindakan hukum yang mereka ambil sepenuhnya berlandaskan pada bukti pelanggaran undang-undang keamanan nasional yang sah.

Dampak Eskalasi Serangan Udara

Gelombang penangkapan ini terjadi di tengah situasi perang yang kian membara setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran. Teheran langsung membalas aksi tersebut dengan menyerang sejumlah negara yang menjadi sekutu utama Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Situasi ini menciptakan ketidakpastian keamanan di wilayah tersebut, di mana aksi saling balas serangan udara kini merembet ke perburuan agen-agen rahasia di dalam negeri.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel
Vatikan Tegaskan Tak Akan Gabung ke Board of Peace Buatan Trump

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB