MATAINDONESIA.CO.ID – HIPMI Jakarta Selatan menghadirkan Money Trees Vol. 1: Akar, sebuah forum percakapan eksklusif yang dirancang untuk mendorong pengusaha muda tumbuh lebih matang, berani, dan siap berkolaborasi dengan negara. kegiatan yang dilaksakan 2 Juli 2026 tersebut dilaksanakan dibilangan Jakarta Selatan Serra Serri degan mengusung tema “Tumbuh Tanpa Takut: Pengusaha Muda dan Keberanian Berkolaborasi dengan Negara,” kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi generasi pengusaha muda untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas cara pandang, serta membaca ulang hubungan antara dunia usaha dan agenda pembangunan nasional.
Berbeda dari seminar konvensional atau kuliah umum, Money Trees hadir sebagai forum intimate yang terbatas dan terkurasi. Dibangun dengan percakapan yang cair, elegan, personal, tetapi tetap padat substansi. Para peserta tidak sekadar datang untuk mendengar paparan, melainkan masuk ke dalam ruang dialog yang lebih jujur tentang bisnis, kepemimpinan, keberanian mengambil risiko, tata kelola, hingga kesiapan pengusaha muda menjadi mitra pembangunan yang kredibel.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Pandu Sjahrir, CIO Danantara yang banyak berbicara mengenai tugasnya sebagai CIO, disiplin bisnis, penguatan fundamental usaha, pasar modal, literasi keuangan, artificial intelligence, dan budaya performa serta Datuk Shafie Shamsuddin, Komisaris Suri Nusantara Jaya Group sekaligus Direktur Utama PT Suri Retail Nusantara. Kehadiran keduanya memberi bobot tersendiri bagi Money Trees Vol. 1 karena menghadirkan kombinasi pengalaman praktis, refleksi kepemimpinan, dan pandangan strategis tentang masa depan pengusaha muda Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, Pandu Sjahrir membawa pembahasan ke tingkat yang lebih institusional. Ia menekankan bahwa pengusaha muda perlu naik kelas dengan cara yang sehat: memperkuat cash flow, tata kelola, human capital, risk culture, SOP yang sederhana, serta budaya performa. Relasi tetap penting, tetapi tidak boleh menggantikan kualitas eksekusi. Akses dapat membuka pintu, tetapi hanya performa, reputasi, dan integritas yang dapat mempertahankan kepercayaan.
Sementara itu, Shafie Shamsuddin menekankan pentingnya fondasi mental dan karakter dalam membangun usaha. Ia menggarisbawahi bahwa perjalanan pengusaha tidak lahir dari kondisi yang selalu ideal. Banyak pengusaha justru tumbuh dari keterbatasan, kebutuhan untuk bertahan, dan keberanian membayar harga dari proses panjang. Namun, kerja keras saja tidak cukup. Pengusaha muda perlu membangun kepercayaan, menjaga prinsip, membaca konteks, menulis rencana, serta menghitung kelayakan bisnis secara disiplin.
Tema yang dibahas menjadi sangat relevan dalam konteks tersebut. Seperti pohon yang tidak dapat tumbuh tinggi tanpa akar yang kuat, pengusaha muda juga tidak dapat bertumbuh hanya dengan keberanian dan jaringan. Mereka membutuhkan legalitas yang rapi, tata kelola yang sehat, disiplin angka, pemahaman risiko, integritas, serta kemampuan membangun organisasi yang tidak bergantung semata pada figur pendirinya. Inilah pesan utama yang ingin ditegaskan Money Trees: sebelum mengejar buah pertumbuhan, pengusaha muda harus memastikan akarnya benar-benar kuat.
Kegiatan ini diikuti oleh 70 pengusaha muda yang telah mendaftarkan diri dan melalui proses kurasi oleh panitia. Kurasi dilakukan untuk memastikan bahwa peserta yang hadir memiliki relevansi, kapasitas, dan keseriusan dalam mengikuti percakapan yang dibangun. Dengan format terbatas, Money Trees memberi ruang bagi interaksi yang lebih dekat, reflektif, dan bermakna antara narasumber dan peserta.
Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Umum BPD HIPMI Jaya, Rangga Derana, serta Ketua Bidang II HIPMI Jaya, Edlin Prabawa. Dari HIPMI Jakarta Selatan, hadir Ketua Umum HIPMI Jakarta Selatan Zaki Adinda Husna selaku penyelenggara, Sekretaris Umum Deasy Widianti, Bendahara Umum Rakka Deaprilando, Ketua Bidang II Dhioa Irsandi, serta jajaran pengurus HIPMI Jakarta Selatan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Ezra, yang menyampaikan bahwa Money Trees dirancang sebagai forum pembelajaran bisnis yang lebih intim, substantif, dan berdampak. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum HIPMI Jakarta Selatan, Zaki Adinda Husna yang menyampaikan bahwa program ini dibuat untuk meyakinkan kita semua, bahwa kita bisa tumbuh bersama, termasuk negara yang diawali dengan keberanian dan menghadapi berbagai tantangan, serta sambutan Ketua Umum HIPMI Jaya yang diwakili oleh Sekretaris Umum BPD HIPMI Jaya, Rangga Derana.
Melalui Money Trees Vol. 1, HIPMI Jakarta Selatan ingin menegaskan bahwa keberanian pengusaha muda hari ini tidak boleh berhenti pada keberanian mengambil risiko. Keberanian harus naik tingkat menjadi kesiapan untuk tertib secara legal, disiplin secara finansial, rapi secara organisasi, dan kuat secara tata kelola. Dalam konteks kolaborasi dengan negara, pengusaha muda tidak cukup hanya mencari akses. Mereka harus mampu menjadi mitra yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Forum ini juga menjadi kritik halus terhadap pola lama dalam dunia usaha yang terlalu bertumpu pada relasi dan kedekatan personal. Relasi memang dapat membuka kesempatan, tetapi tidak dapat menggantikan performa. Negara, pasar, investor, dan mitra strategis membutuhkan pengusaha yang bukan hanya pandai membangun jaringan, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas, rekam jejak, kepatuhan, dan kualitas kerja yang nyata.
Sebagai sebuah program berseri, Money Trees dibangun dengan metafora pohon uang sebagai kerangka tematiknya. Setiap volume akan membahas satu bagian penting dalam pertumbuhan pengusaha. Vol. 1 dimulai dari Akar, karena dari sanalah seluruh pertumbuhan ditentukan. Akar yang kuat akan menopang batang, cabang, daun, hingga buah. Demikian pula dalam bisnis, fondasi yang kokoh akan menentukan seberapa jauh seorang pengusaha mampu tumbuh, bertahan, dan memberi dampak.
Money Trees Vol. 1: Akar bukan hanya sebuah acara, melainkan pernyataan sikap. Bahwa pengusaha muda Indonesia harus tumbuh tanpa takut, tetapi juga tanpa sembrono. Mereka harus berani berkolaborasi dengan negara, tetapi dengan fondasi yang benar. Mereka harus siap mengambil peluang, tetapi juga siap mempertanggungjawabkan kapasitasnya.
Dari forum ini, HIPMI Jakarta Selatan mengirim pesan yang jelas, masa depan pengusaha muda tidak ditentukan oleh seberapa cepat mereka tumbuh, melainkan oleh seberapa kuat akar yang menopang pertumbuhan itu. Sebab pengusaha yang kuat bukan hanya mereka yang berani masuk ke gelanggang, tetapi mereka yang mampu bertahan, dipercaya, dan berbuah bagi ekonomi bangsa.












