MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Vladimir Putin menegaskan bahwa pengembangan kekuatan nuklir kini menjadi prioritas mutlak bagi Rusia. Langkah ini ia ambil menyusul berakhirnya perjanjian nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat. Lewat pesan video dalam peringatan “Hari Pembela Tanah Air”, Putin menyatakan bahwa penguatan “triad nuklir” sangat krusial untuk menjamin keamanan nasional, memastikan pencegahan strategis yang efektif, serta menjaga keseimbangan kekuatan global.
Selain fokus pada nuklir, Putin berjanji akan terus memperkuat angkatan darat dan angkatan laut Rusia. Ia menekankan pentingnya memetik pelajaran berharga dari pengalaman militer selama hampir empat tahun konflik di Ukraina. Sang Presiden bertekad meningkatkan kesiapan tempur, mobilitas, serta kemampuan seluruh unit angkatan bersenjata agar tetap tangguh beroperasi dalam kondisi sesulit apa pun.
Pernyataan tegas ini muncul hanya dua hari menjelang peringatan empat tahun invasi Rusia ke Ukraina. Perang panjang tersebut telah meluluhlantakkan banyak kota, memaksa jutaan orang mengungsi, dan memakan banyak korban jiwa dari kedua belah pihak. Situasi kian tegang karena Moskow dan Washington—dua kekuatan nuklir terbesar dunia—kini resmi tidak lagi terikat oleh pakta pengendalian senjata apa pun sejak perjanjian New START berakhir awal bulan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, pemerintah Rusia memberikan sinyal bahwa mereka masih akan mematuhi batasan senjata nuklir yang ada, selama Amerika Serikat melakukan hal serupa. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengklarifikasi bahwa Moskow tidak terburu-buru untuk mengembangkan atau menempatkan senjata tambahan secara besar-besaran. Ia menegaskan bahwa moratorium yang diumumkan Putin tetap berlaku, kecuali jika Washington melampaui ambang batas yang telah ditetapkan sebelumnya.












