MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Vatikan secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian untuk Gaza bentukan Presiden AS, Donald Trump. Takhta Suci merasa khawatir kehadiran badan baru ini justru akan menjadi tandingan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menangani konflik global. Kardinal Pietro Parolin menegaskan bahwa pihaknya melihat adanya sejumlah isu kritis yang harus tuntas sebelum memberikan dukungan.
Kekhawatiran akan Dualisme Lembaga Dunia
Menurut Kardinal Parolin, PBB merupakan lembaga internasional utama yang memegang mandat penuh dalam mengelola berbagai krisis dunia. Awalnya, Trump merancang dewan ini khusus untuk mengawasi gencatan senjata dan pembangunan kembali wilayah Gaza pascaperang Israel-Hamas. Namun, seiring berjalannya waktu, tujuan organisasi tersebut meluas hingga mencakup penyelesaian berbagai konflik internasional lainnya. Perubahan fokus inilah yang memicu kekhawatiran bahwa Trump sengaja ingin menyaingi otoritas PBB.
Kontroversi Keanggotaan dan Pendanaan
Meskipun menuai kritik, setidaknya 19 negara telah menandatangani piagam pendirian “Dewan Perdamaian” ini sejak peluncurannya di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos pada Januari lalu. Namun, skema keanggotaannya mengundang perdebatan karena setiap negara harus menyetor dana sebesar USD 1 miliar untuk menjadi anggota tetap. Selain itu, langkah Trump yang turut mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin—di tengah invasi Rusia ke Ukraina—semakin memperkuat kecaman dari berbagai pihak internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT












