Kontroversi Video Rasis di Akun Media Sosial Donald Trump

- Editorial Team

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rasis Trump Ke Obama  (Sumber: Metro Tv)

Rasis Trump Ke Obama (Sumber: Metro Tv)

MATAINDONESIA.CO.ID, INDONESIA- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menghapus sebuah unggahan video kontroversial dari akun Truth Social miliknya pada Jumat (6/2/2026). Langkah ini menyusul gelombang kritik tajam karena video tersebut menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama dalam wujud kera. Berbagai pihak, termasuk politisi Partai Republik, mengecam keras visual tersebut karena dianggap merendahkan martabat dan melakukan dehumanisasi terhadap warga keturunan Afrika.

Gedung Putih sempat membela konten tersebut sebelum akhirnya menariknya sekitar 12 jam setelah tayang. Seorang penasihat Trump mengklaim bahwa sang presiden tidak melihat isi video itu sebelum staf mengunggahnya pada Kamis malam. Menurutnya, Trump segera memerintahkan penghapusan setelah mengetahui isinya. Meski begitu, pihak Gedung Putih enggan mengungkap identitas ajudan yang bertanggung jawab, meskipun akses ke akun tersebut hanya dimiliki oleh segelintir staf senior.

Sebelum penghapusan dilakukan, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt sempat pasang badan dengan menyebut kecaman publik sebagai “kemarahan palsu”. Video berdurasi satu menit itu sendiri kembali menggaungkan klaim tak berdasar mengenai kecurangan pemilu 2020. Di bagian akhir, video tersebut menggunakan teknologi AI untuk menempelkan wajah keluarga Obama pada tubuh primata yang sedang menari, yang dibalut dalam tema meme “Raja Hutan” lengkap dengan lagu musikal Disney.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden ini menambah panjang catatan retorika rasial Trump yang selama bertahun-tahun meragukan kewarganegaraan Obama. Kritik keras datang secara lintas partai, termasuk dari Senator Republik Tim Scott yang menyebut video tersebut sebagai hal paling rasis yang pernah ia lihat dari Gedung Putih. Sejumlah legislator Republik lainnya bahkan secara pribadi mendesak pihak kepresidenan untuk meminta maaf dan menghapus unggahan yang mereka nilai sangat menghina tersebut.

Bagi banyak kalangan, penggambaran warga kulit hitam sebagai kera merupakan bentuk rasisme klasik yang bertujuan merusak martabat manusia. Mantan ajudan Obama, Ben Rhodes, menyebut tindakan ini sebagai noda dalam sejarah, sementara kelompok hak sipil seperti NAACP menilai retorika Trump kini semakin berani dan berbahaya. Pendukung Trump, Pendeta Mark Burns, juga mendesak pemecatan staf yang bertanggung jawab guna memulihkan integritas komunikasi kepresidenan.

Kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai protokol internal Gedung Putih dalam mengelola media sosial presiden. Mengingat rekam jejak Trump yang sering menyerang kelompok minoritas dengan sebutan kasar, para aktivis memperingatkan bahwa normalisasi rasisme ini akan menjadi catatan penting bagi para pemilih di masa depan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB