Hari ini Konklaf Pemilihan Paus Baru Mulai Digelar di Vatikan

- Editorial Team

Rabu, 7 Mei 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilihan Konklaf digelar hari ini. Rabu, 7 Mei 2025 di Vatikan

Pemilihan Konklaf digelar hari ini. Rabu, 7 Mei 2025 di Vatikan

Vatikan – MataIndonesia. Vatikan, 7 Mei 2025 — Vatikan akan menggelar konklaf, yakni proses pemilihan Paus yang baru, pada Rabu (7/5/2025) di Kapel Sistina, Vatikan. Konklaf ini dilangsungkan menyusul wafatnya Paus Fransiskus, Kepala Negara Vatikan sekaligus Pemimpin Gereja Katolik Dunia, pada Senin (21/4/2025).

Mengacu pada informasi dari akun resmi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), konklaf dimulai dengan Misa Kudus pada pukul 10.00 waktu setempat atau 15.00 WIB. Misa ini diikuti oleh Dewan Kardinal sebagai bentuk permohonan kepada Roh Kudus untuk membimbing proses pemilihan. Setelah misa, para kardinal akan melantunkan Veni Creator, menutup pintu Kapel Sistina, dan memulai proses pemilihan Paus.

Menurut laporan Kompas.id, konklaf kali ini diikuti oleh 133 kardinal dari seluruh dunia yang memenuhi syarat, yakni berusia di bawah 80 tahun. Para peserta disebut kardinal elektor, yang memiliki hak memilih dan dipilih sebagai Paus baru. Indonesia turut mengirimkan satu wakil, yaitu Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama proses konklaf berlangsung, para kardinal tidak diperkenankan meninggalkan Kapel Sistina hingga Paus baru terpilih. Seorang kandidat harus memperoleh dua pertiga suara dari total elektor untuk dinyatakan sebagai Paus baru. Tanda terpilihnya Paus ditandai dengan keluarnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina, setelah itu Paus baru akan menyapa umat Katolik dari Lapangan Santo Petrus, Vatikan.

Beberapa nama kardinal disebut-sebut sebagai kandidat kuat pengganti Paus Fransiskus:

  1. Kardinal Mateo Zuppi (69 tahun) – Uskup Agung Bologna, Italia
    Dikenal dekat dengan Paus Fransiskus, Zuppi dianggap sebagai kandidat kuat. Ia diangkat sebagai Uskup Agung Bologna oleh Paus pada 2015, lalu menjabat sebagai Presiden Konferensi Uskup pada 2022. Pada 2023, ia ditunjuk sebagai utusan perdamaian untuk konflik Ukraina.
  2. Kardinal Pietro Parolin (70 tahun) – Menteri Luar Negeri Vatikan
    Digambarkan oleh media Italia sebagai penerus Paus Fransiskus, Parolin adalah diplomat senior Vatikan yang pernah bertugas di Venezuela, Nigeria, dan Meksiko. Ia dikenal sebagai sosok moderat yang menekankan demokrasi, hak asasi manusia, dan kemanusiaan.
  3. Kardinal Robert Francis Prevost (69 tahun) – Amerika Serikat
    Meski belum pernah ada Paus dari Amerika, Prevost menjadi kandidat karena menjabat sebagai kepala kelompok penasihat utama Paus dalam penunjukan uskup. Ia juga pernah menjadi misionaris di Peru sebelum memegang peran penting di Vatikan.
  4. Kardinal Luis Antonio Gokim Tagle (69 tahun) – Filipina
    Mantan Uskup Agung Manila ini telah lama dikenal sebagai figur menonjol di Gereja Katolik sejak diangkat pada 1997 ke dalam kelompok teolog terpilih. Jika terpilih, ia akan menjadi Paus pertama dari Asia.
  5. Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson (76 tahun) – Ghana
    Turkson adalah penasihat penting dalam penyusunan ensiklik Laudato Si’ mengenai lingkungan hidup. Ia dikenal sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan lingkungan, serta mewakili semangat progresif Fransiskus.

Rangkaian proses konklaf ini menjadi perhatian dunia, mengingat pemilihan Paus baru akan membawa arah dan visi baru bagi Gereja Katolik global.

Facebook Comments Box

Sumber Berita : Kompas.com

Berita Terkait

Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional
TIMUR TENGAH MEMBARA: Serangan AS–Israel Tewaskan Khamenei, Konflik Meluas dan AI Militer Dipakai di Medan Tempur
Kim Jong Un: Tak diakui negara nuklir, Korut takkan berdamai dengan AS
Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB