MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kondisi keamanan di Meksiko mendadak genting setelah kepolisian berhasil melumpuhkan Nemesio “El Mencho” Oseguera, pemimpin tertinggi Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), pada Minggu (22/2). Kematian gembong narkoba paling dicari ini memicu gelombang pembalasan brutal dari kelompoknya di berbagai negara bagian. Anggota kartel melancarkan aksi pembakaran kendaraan dan penembakan massal yang membuat situasi menjadi sangat mencekam.
Pertempuran Sengit dan Pengerahan Ribuan Tentara
Menanggapi kerusuhan tersebut, pemerintah Meksiko langsung menerjunkan 2.000 tentara ke Jalisco untuk memulihkan keadaan. Pertempuran sengit antara aparat dan kartel sejauh ini telah merenggut nyawa 25 polisi militer Garda Nasional serta 30 anggota kartel. Sementara itu, pihak keamanan terus melakukan pengejaran besar-besaran di 14 negara bagian dan telah menangkap sedikitnya 70 orang. Menteri Keamanan, Omar Garcia Harfuch, juga mengonfirmasi jatuhnya satu korban jiwa dari warga sipil akibat terjebak dalam baku tembak.
Kronologi Penangkapan di Rumah Kekasih
Kehancuran dinasti El Mencho bermula dari informasi intelijen Amerika Serikat mengenai keberadaan sang bos di rumah kekasihnya di wilayah Tapalpa. Saat Oseguera berkunjung dengan pengawalan ketat, pasukan kepolisian Meksiko segera menyerbu lokasi tersebut. Dalam kontak senjata yang sangat intens, delapan anggota kartel tewas di tempat. Oseguera sendiri mengembuskan napas terakhir di atas helikopter akibat luka tembak parah saat petugas hendak membawanya ke rumah sakit. Di lokasi kejadian, tentara menyita berbagai persenjataan berat, mulai dari senapan serbu hingga peluncur roket.
Tekanan Internasional dan Ancaman Ekonomi
Penangkapan ini sekaligus menjawab tekanan besar dari Presiden AS Donald Trump kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk memberantas sindikat sabu dan fentanil. Sebagai bentuk perlawanan, anggota kartel yang marah bahkan menjanjikan imbalan 20.000 peso bagi siapa saja yang berhasil membunuh aparat. Meski Presiden Sheinbaum mengeklaim situasi mulai berangsur normal, para ekonom mengkhawatirkan dampak jangka panjangnya. Jika kerusuhan terus berlanjut, gangguan ini tidak hanya memukul sektor pariwisata, tetapi juga mengancam industri manufaktur elektronik serta ekspor komoditas unggulan Jalisco seperti tequila dan alpukat.












