MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan kesiapannya untuk memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat, asalkan Washington menghormati status negaranya sebagai kekuatan nuklir. Kim menyampaikan pesan ini saat menghadiri parade militer peringatan Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea (WPK). Ia menyatakan bahwa penghentian kebijakan permusuhan dari pihak AS menjadi kunci utama bagi kedua negara untuk menjalin hubungan baik di masa depan.
Selama lima tahun terakhir, Kim mengklaim Partai Pekerja telah memperkuat posisi Korea Utara secara permanen sebagai negara bersenjata nuklir. Langkah ini menjadi sinyal keras bagi para lawan bahwa Pyongyang tidak akan pernah melepas aset nuklirnya sebelum situasi dunia berubah total. Bagi Kim, penguatan senjata nuklir bukan sekadar simbol, melainkan inti dari strategi penangkalan dan kesiapan tempur nasional.
Ke depannya, Korea Utara berencana menambah kekuatan nuklirnya secara besar-besaran setiap tahun. Pemerintah akan fokus meningkatkan jumlah hulu ledak, memperluas jangkauan operasi, serta memodernisasi sistem kendali senjata nuklir. Kim juga memprioritaskan penyediaan senjata nuklir bagi angkatan laut guna menjamin keamanan dan hak pembangunan negara secara menyeluruh.
Kim menilai langkah ini sangat krusial mengingat situasi keamanan di Semenanjung Korea yang kian terancam. Ia menyoroti ekspansi blok militer pimpinan AS di kawasan Asia-Pasifik yang terus melakukan aksi provokatif di luar batas. Menurutnya, kekuatan nuklir adalah satu-satunya jaminan kokoh untuk menjaga kedaulatan negara dari ancaman eksternal tersebut.












