Menteri ESDM Bahlil Tegaskan Izin Tambang Nikel Raja Ampat Terbit Sebelum Menjabat

- Editorial Team

Jumat, 6 Juni 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang Nikel Raja Ampat

Tambang Nikel Raja Ampat

Jakarta – MataIndonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, telah dikeluarkan sebelum dirinya bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju. Penegasan ini disampaikan menyusul keputusan penghentian sementara operasi tambang milik PT Gag Nikel yang tengah menjadi sorotan publik.

“Saat izin pertambangan diterbitkan, saya masih menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI. Belum masuk kabinet,” ujar Bahlil melalui pernyataan tertulis, Jumat (6/6).

Lokasi Tambang Bukan di Ikon Wisata Piaynemo

Menanggapi kekhawatiran publik atas kerusakan kawasan wisata Raja Ampat akibat aktivitas tambang, Bahlil membantah bahwa kegiatan penambangan dilakukan di Pulau Piaynemo, salah satu ikon wisata bahari Indonesia. Menurutnya, lokasi tambang berada di Pulau Gag, sekitar 30 hingga 40 kilometer dari Piaynemo.

“Banyak media menyebutkan tambang berada di Piaynemo, padahal itu tidak benar. Tambangnya di Pulau Gag,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, kementeriannya memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh kegiatan pertambangan mengikuti prinsip good mining practice. Oleh karena itu, keputusan penghentian sementara produksi PT Gag Nikel diambil sambil menunggu hasil verifikasi lapangan.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan pemberitaan. Verifikasi ke lapangan diperlukan agar keputusan berdasarkan data objektif,” tegasnya.

Komitmen Jaga Lingkungan dan Pariwisata

Bahlil menyatakan, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pengelolaan sumber daya alam dan perlindungan kawasan konservasi serta destinasi wisata strategis, termasuk wilayah Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu ekosistem laut terbaik dunia.

Pembekuan sementara aktivitas tambang PT Gag Nikel mulai berlaku pada 5 Juni 2025. Langkah ini diambil setelah berbagai penolakan muncul dari kelompok aktivis lingkungan dan masyarakat sipil.

Kontroversi PT Gag Nikel dan Riwayat Operasional

PT Gag Nikel merupakan anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), perusahaan milik negara yang memegang kendali penuh sejak mengakuisisi saham Asia Pacific Nickel Pty. Ltd. pada 2008. Izin usaha pertambangan perusahaan ini terbit pada 2017 dan mulai beroperasi pada 2018 setelah mengantongi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Namun, perusahaan ini kembali disorot setelah Greenpeace Indonesia mengungkapkan bahwa setidaknya lima pulau di Raja Ampat telah terdampak eksploitasi tambang. Dalam forum Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (3/6), Greenpeace memperingatkan bahwa eksploitasi ini mengancam kawasan yang termasuk dalam jaringan geopark global dan rumah bagi sekitar 75 persen terumbu karang terbaik dunia.

Greenpeace: Tambang Ancam Pulau-Pulau Kecil

Kepala Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Kiki Taufik, menyebut aktivitas pertambangan di pulau-pulau kecil seperti Pulau Gag, Kawe, dan Manuran melanggar UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Berdasarkan penelusuran Greenpeace, aktivitas tambang telah menyebabkan kerusakan lebih dari 500 hektare hutan dan memicu sedimentasi di pesisir yang membahayakan ekosistem terumbu karang.

“Raja Ampat adalah kawasan konservasi laut paling penting. Kerusakan yang terjadi bisa berdampak jangka panjang pada biodiversitas global,” ujar Kiki.

Pemerintah kini menunggu hasil verifikasi lapangan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait kelanjutan operasi tambang di wilayah tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho
Putin Tegaskan Pengembangan Kekuatan Nuklir Rusia Prioritas Mutlak
Proyek Geothermal Telaga Ranu di Halmahera Disetujui, Sorotan Geopolitik Atas Keterkaitan Dengan Israel
Launching Pasar Takjil Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid: “Kita ingin menggerakkan UMKM yang ada di Desa”
Vatikan Tegaskan Tak Akan Gabung ke Board of Peace Buatan Trump
KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik
Pemerintah Siapkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026
Desak RUU Perampasan Aset, Wapres Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:02 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Masuk Tanpa Sertifikasi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:39 WIB

Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan Melalui Investasi Rp 22,73 Triliun

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:33 WIB

Menkeu Purbaya ‘Blacklist’ dan Tagih Pengembalian Beasiswa LPDP

Senin, 23 Februari 2026 - 13:40 WIB

Komisi 3 DPR Tolak Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:24 WIB

Low Tuck Kwong Pinang Lukisan Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:14 WIB

Survei Kemendikdasmen: Dampak MBG Mampu Mengurangi Gangguan Konsentrasi Belajar

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:42 WIB

Purbaya soal Guru Honorer Gugat Anggaran MBG ke MK: Lemah, Pasti Kalah

Berita Terbaru

Bos Kartel El Mencho Tewas (Su,mber: Poros Jakarta)

Internasional

Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho

Rabu, 25 Feb 2026 - 12:54 WIB