VIRAL DI FACEBOOK! MASSE SAREBONG “SEMPROT” BADAN KEUANGAN: STOP PRIORITASKAN PKK, CAPIL TERANCAM LUMPUH KARENA TINTA HABIS!

- Editorial Team

Senin, 22 Desember 2025 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Scereen Shot Unggahan Facebook Masse Sarebong

Scereen Shot Unggahan Facebook Masse Sarebong

MATAINDONESIA.CO.ID, MAJENE – Jagat media sosial hari ini digegerkan oleh peringatan keras terkait ancaman kelumpuhan pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Instansi yang menjadi nadi administrasi warga ini dikabarkan “sekarat” akibat ketiadaan biaya operasional dasar, bahkan sekadar untuk membeli tinta dan kertas.

Alarm bahaya ini dibunyikan langsung oleh Anggota DPRD, Masse Sarebong, melalui sebuah status yang diunggah di akun Facebook pribadinya. Dalam unggahan yang memancing reaksi publik tersebut, Masse secara blak-blakan membongkar kondisi memprihatinkan yang dialami Capil.

Unggahan Facebook Menohok: “Pelayanan Bakal LUMPUH”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari laman Facebook-nya, Masse menceritakan kronologi laporan darurat yang ia terima pada pukul 11.00 pagi tadi.

“Tadi sekitar jam 11 pagi saya menerima telp dari capil, mengatakan bahwa di capil saat ini dalam keadaan keterbatasan anggaran terutama belanja ATK (tinta, kertas dll),” tulis Masse dalam statusnya.

Ia menegaskan urgensi situasi ini mengingat tenggat waktu pembayaran Surat Perintah Membayar (SPM) jatuh pada esok hari. Jika Badan Keuangan Daerah menutup mata, konsekuensinya fatal.

“Mengingat besok adalah batas akhir pembayaran SPM, artinya jika besok tidak dibayarkan maka pelayanan di capil bakal LUMPUH,” tegasnya dalam tulisan tersebut.

Ultimatum Terbuka: “Dharma Wanita Bisa Ditunda, KTP Rakyat Tidak!”

Pernyataan paling kontroversial dan menohok dalam status Facebook tersebut menyasar skala prioritas Badan Keuangan Daerah. Masse menilai sangat tidak etis jika anggaran daerah justru dialirkan untuk kegiatan seremonial organisasi pendamping di saat pelayanan dasar kritis.

Dalam tulisannya, ia secara spesifik meminta agar pencairan dana untuk PKK dan Dharma Wanita dikesampingkan dulu demi menyelamatkan operasional Capil.

“Kami selaku perwakilan masyarakat meminta kepada Badan Keuangan Daerah agar lebih memprioritaskan kebutuhan Capil dibandingkan dengan pencairan anggaran PKK dan ibu Dharma Wanita dll yang masih bisa jhi (bisa saja) ditunda,” pungkas Masse menutup statusnya.

Status Facebook Masse Sarebong ini kini menjadi sorotan tajam dan menuntut aksi nyata dari pihak eksekutif segera.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB