Remaja SMA di Batang Toru Tewas Tragis Usai Tenggak Racun Herbisida Diduga Akibat Depresi

- Editorial Team

Jumat, 8 Mei 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Remaja SMA di Batang Toru Tewas Tragis Usai Tenggak Racun Herbisida Diduga Akibat Depresi (Sumber: Liputan6.com)

Remaja SMA di Batang Toru Tewas Tragis Usai Tenggak Racun Herbisida Diduga Akibat Depresi (Sumber: Liputan6.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Desa Wek IV di Kecamatan Batang Toru tengah menyelimuti diri dengan duka mendalam setelah seorang remaja berinisial AAS (16) meninggal dunia secara tragis pada Selasa (5/5/2026). Pelajar SMA yang berkepribadian pendiam ini nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun rumput jenis herbisida. Dugaan kuat muncul bahwa depresi mendalam akibat masalah pribadi yang ia pendam sendiri menjadi pemicu tindakan nekat tersebut.

Peristiwa pilu ini bermula saat AAS mengeluhkan sakit perut hebat kepada nenek angkatnya. Dalam kondisi yang kian lemas, ia sempat meminta susu karena berharap cairan tersebut dapat menetralisir racun di dalam tubuhnya. Pihak keluarga yang panik segera membawa AAS ke Puskesmas Batang Toru sebelum merujuknya ke RSUD Kota Padangsidimpuan. Sayangnya, nyawa remaja tersebut tetap tidak tertolong meski tim medis sudah berupaya maksimal memberikan penanganan intensif.

Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan, Iptu Bontor Desmonth Sitorus, memastikan bahwa korban murni meninggal karena bunuh diri. Polisi mendasarkan kesimpulan ini pada temuan botol herbisida di lokasi kejadian serta hasil pemeriksaan medis yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Iptu Bontor menegaskan bahwa hasil olah TKP memperkuat indikasi bahwa racun herbisida tersebut menjadi penyebab utama kematian korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama tujuh tahun terakhir, AAS memang tinggal bersama nenek angkatnya lantaran kondisi ekonomi orang tua kandungnya yang terbatas. Berdasarkan penuturan warga dan keluarga, AAS sering terlihat murung dan banyak melamun belakangan ini. Pihak kepolisian menduga kuat bahwa depresi menjadi motif utama, mengingat korban tampak menyimpan beban berat namun enggan berbagi cerita kepada siapa pun.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB