MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Niat Ade Kurnia (42) untuk merayakan Lebaran di kampung halaman harus membentur realita pahit di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis (20/3/2026). Setelah menyelesaikan kontrak kerja sebagai buruh di Kalimantan Timur, Ade memboyong istri dan ketiga anaknya menuju Sumedang, Jawa Barat. Bermodalkan upah Rp4 juta hasil jerih payahnya merantau, ia berharap uang tersebut cukup untuk membawa keluarganya pulang. Sayangnya, lonjakan harga tiket kapal menjelang Idulfitri yang mencapai dua kali lipat melumat habis tabungan yang ia miliki.
Setibanya di Surabaya, kondisi keuangan keluarga ini mencapai titik nadir. Sisa uang di kantong hanya cukup untuk menyambung nyawa dengan makan selama perjalanan di atas kapal. Tanpa sisa ongkos untuk melanjutkan perjalanan darat ke Sumedang, Ade bersama istrinya, Yeni Kurniawati (45), dan anak-anak mereka yang masih berusia 16, 10, dan 3 tahun akhirnya terjebak di pelabuhan. Di tengah kebingungan karena tidak memiliki kerabat maupun dana cadangan, petugas pelabuhan mengarahkan mereka untuk mencari bantuan ke kepolisian terdekat.
Keluarga kecil ini kemudian berjalan kaki menuju Polsek Gayungan dan tiba pada Jumat (21/3/2026). Pihak kepolisian segera memberikan surat pengantar agar mereka bisa mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. Sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB, Ade sekeluarga tiba di kantor Dinsos Jatim hanya dengan membawa kartu identitas sebagai satu-satunya bukti diri yang tersisa. Karena memiliki KTP yang valid namun kehabisan bekal, mereka masuk dalam kategori “Kode A” atau orang terlantar dengan identitas jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Tim Sub Substansi Penanganan Korban Bencana Sosial Dinsos Jatim, Liawati Suntiana, langsung bergerak cepat menangani mereka. Melihat kondisi keluarga yang kelelahan—terutama si bungsu yang baru berusia tiga tahun—pihak Dinsos menyediakan tempat penampungan sementara serta menjamin kebutuhan makan dan istirahat mereka. Liawati memastikan bahwa keluarga Ade harus dalam kondisi fit sebelum melanjutkan perjalanan panjang menuju Jawa Barat.
Pada Minggu (22/3/2026), Dinsos Jatim akhirnya memfasilitasi pemulangan keluarga Ade bersama tujuh orang terlantar lainnya. Kepala Dinsos Jatim, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa lembaganya telah menghimpun total 13 orang terlantar dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan selama periode 18-25 Maret 2026. Novi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan solusi jangka panjang dengan memulangkan mereka langsung ke daerah asal melalui proses asesmen dan penyediaan transportasi yang aman.












