MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bersama unsur TNI dan Polri mulai melakukan langkah konkret penanganan persoalan sampah di kawasan kolong tol Papanggo, Tanjung Priok. Dua titik utama menjadi fokus penanganan awal, yakni area pinggir tol dan bagian bawah kolong tol yang selama ini kerap menjadi lokasi penumpukan sampah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, mengatakan penanganan dilakukan bertahap dengan skala prioritas di area pinggir tol. Langkah ini dipilih agar pembersihan dapat segera terlihat hasilnya sekaligus membuka jalan bagi penanganan lanjutan di titik lainnya.
“Penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pembersihan sampah di pinggir tol terlebih dahulu,” ujar Wawan di Jakarta, Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembersihan dijadwalkan mulai Selasa (10/2) sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kondisi lapangan yang dinilai sudah mendesak. Setelah area pinggir tol dinyatakan bersih, penanganan akan diperluas ke bagian kolong tol untuk memutus kebiasaan pembuangan sampah sembarangan.
Siapkan Fasilitas dan Atur Akses
Tak hanya pembersihan fisik, Pemkot Jakut juga menyiapkan langkah sistematis agar persoalan serupa tidak berulang. Salah satunya dengan menyiapkan titik pembuangan sampah resmi di lahan kosong sekitar lokasi. Konsep dan bentuk fasilitas ini akan disesuaikan dengan arahan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.
Selain itu, akses menuju lokasi akan diatur lebih ketat. Jalan di sekitar area rencananya hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor. Kebijakan ini diambil karena adanya dugaan gerobak kerap digunakan untuk mengangkut dan membuang sampah ke lokasi tersebut.
Akses juga akan dipersempit untuk mencegah kendaraan pengangkut sampah ilegal masuk ke area kolong tol.
Libatkan Warga dan Pengurus Wilayah
Pemkot Jakut menekankan bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pembersihan rutin. Peran masyarakat menjadi kunci utama. Karena itu, lurah dan pengurus RW diminta menggelar rembuk warga guna mencari solusi bersama dan membangun kesadaran kolektif.
Wawan menegaskan, penyediaan tempat sampah yang jelas dan edukasi kepada warga harus berjalan beriringan.
“Percuma membersihkan sampah kalau warganya masih membuang sampah di sana. Kami harus fasilitasi sekaligus memberikan edukasi,” tegasnya.
Bukti Respons Cepat Pemerintah
Melalui koordinasi lintas pihak ini, Pemkot Jakarta Utara berharap penanganan sampah di kolong Tol Papanggo dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan. Pembersihan yang dimulai segera disebut sebagai wujud keseriusan pemerintah menjaga kebersihan sekaligus kenyamanan lingkungan warga.
“Langkah pembersihan yang dimulai besok menjadi bukti bahwa pemerintah bergerak cepat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat,” kata Wawan.
Penanganan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah jangka pendek, tetapi juga membentuk pola baru pengelolaan lingkungan yang lebih tertib di kawasan padat aktivitas tersebut.












