Menteri Lingkungan Hidup Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sumut: Temuan Kayu Tebangan, Empat Perusahaan Disetop, dan Audit Lingkungan Diperketat

- Editorial Team

Senin, 8 Desember 2025 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri LH, Hanif Faisol tinjau lokasi banjir Sumatera

Menteri LH, Hanif Faisol tinjau lokasi banjir Sumatera

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, menyusul bencana yang menerjang kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) setempat. Dalam kunjungan lapangan tersebut, Hanif menemukan sejumlah fakta penting terkait penyebab dan faktor pemburuk bencana.

Saat menyusuri titik-titik terdampak serta berdialog dengan warga, Hanif mendapati aliran Sungai Garoga dipenuhi material kayu dalam jumlah besar. Dari hasil verifikasi awal, tumpukan kayu yang memenuhi badan sungai berasal dari campuran pohon tumbang alami dan kayu gelondongan hasil aktivitas penebangan.

“Secara teknis, sebagian kayu ini menunjukkan bekas potongan mesin gergaji. Artinya, tidak semuanya hanyut secara alami,” ujar Hanif dalam peninjauan yang terekam dalam tayangan Metro Pagi Primetime, Minggu (7/12/2025). Ia menegaskan bahwa material tersebut bukan berasal dari hulu Batang Toru, namun pemeriksaan rinci masih terus berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hanif menekankan bahwa apabila ditemukan pihak yang sengaja membuang atau membiarkan material kayu memasuki aliran sungai sehingga memperparah risiko banjir, maka langkah hukum, termasuk pidana, akan segera diterapkan.

Tim kajian lingkungan—yang terdiri dari ahli, akademisi, serta auditor Kementerian Lingkungan Hidup—kini menelusuri sumber material kayu, pola pergerakan, hingga potensi pelanggaran pemanfaatan ruang. Berdasarkan verifikasi udara dan pemeriksaan lapangan selama dua hari terakhir, pemerintah menambah satu perusahaan ke dalam daftar penghentian sementara kegiatan usaha hingga proses audit selesai.

Dengan demikian, total empat perusahaan—Tambang Emas Martabe (PT Agincourt Resources), PLTA Batang Toru, PT Toba Pulp Lestari, dan PTPN III— resmi dihentikan sementara operasionalnya sebagai langkah pencegahan agar tidak memperburuk kondisi hidrologi dan risiko keselamatan masyarakat.

“Penanganan bencana harus berangkat dari fakta lapangan dan kajian lingkungan yang akurat. Bila ada pihak yang merusak fungsi hulu DAS, hukum akan menindak tegas demi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan,” tegas Hanif.

Kementerian Lingkungan Hidup memastikan proses audit lingkungan akan dilakukan secara ketat, transparan, dan melibatkan pakar independen. Hasil audit akan dibuka kepada publik, termasuk langkah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran.

“Setelah ini kami bisa saja terbang ke titik hulu untuk memastikan apa yang benar-benar terjadi di sana,” kata Hanif, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengungkap sumber perusakan lingkungan.

Di sisi lain, upaya pemulihan Sungai Garoga menjadi prioritas. Pemerintah memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, serta masyarakat untuk memastikan penanganan darurat, rehabilitasi, dan mitigasi terpadu.

“Kami memprioritaskan pemulihan akses dasar bagi warga, pembersihan material penghambat aliran sungai, serta perencanaan pemulihan jangka menengah yang memperhatikan restorasi ekosistem hulu DAS,” jelas Hanif.

Langkah tegas pemerintah ini menjadi alarm keras terhadap seluruh aktivitas industri di kawasan sensitif ekologis. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan adalah prioritas yang tidak dapat dinegosiasikan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB