Longsor Maut di Bandung Barat: 8 Tewas, Puluhan Selamat, 82 Warga Masih Tertimbun

- Editorial Team

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Warga Terkena Longsor (Sumber: CNBC.com)

Rumah Warga Terkena Longsor (Sumber: CNBC.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, BANDUNG BARAT – Bencana tanah longsor kembali menelan korban jiwa. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Barat sejak Jumat malam memicu longsor besar di Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1/2026) dini hari. Hingga pukul 10.30 WIB, delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 82 warga masih dalam pencarian tim gabungan.

Material longsoran berupa tanah, batu, dan lumpur menghantam permukiman warga sekitar pukul 02.30 WIB, saat sebagian besar korban tengah terlelap. Rumah-rumah yang berada di lereng dan kaki bukit tak sempat menghindar, tertimbun secara tiba-tiba oleh longsoran dengan volume besar.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa selain korban meninggal, 23 orang berhasil selamat dari bencana ini. Longsor berdampak pada 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa, sementara jumlah rumah rusak masih dalam proses pendataan di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BPBD Kabupaten Bandung Barat telah melakukan kaji cepat, asesmen awal, serta penanganan darurat dan pencarian korban bersama unsur gabungan,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi BNPB.

Pencarian Berlangsung di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Hingga Sabtu siang, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat setempat masih berjibaku melakukan pencarian korban yang diduga tertimbun material longsor. Medan yang berat, kontur tanah labil, serta potensi hujan susulan menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan.

Kabupaten Bandung Barat sendiri saat ini berada dalam Status Siaga Darurat Bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, dan tanah longsor, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Bupati Bandung Barat yang berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Status siaga serupa juga ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk wilayah yang lebih luas.

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

Merespons meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, BNPB telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 12 Januari 2026. Operasi ini ditujukan untuk menekan curah hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan.

Selama periode 13–22 Januari 2026, BNPB mengerahkan dua unit pesawat dengan total lebih dari 44 ton bahan semai, dan sejak 23 Januari menambah dua pesawat Caravan guna memperluas jangkauan operasi. OMC juga disiapkan untuk diperluas ke wilayah Banten apabila potensi cuaca ekstrem meningkat.

Peringatan Keras bagi Wilayah Rawan Longsor

BNPB mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat berdurasi panjang. Warga diminta tidak ragu melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan keselamatan.

Bencana longsor di Bandung Barat ini kembali menjadi pengingat pahit bahwa krisis hidrometeorologi bukan lagi ancaman musiman, melainkan kenyataan yang terus berulang dan menuntut kesiapsiagaan kolektif, dari pemerintah hingga masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB