Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Tembus 810 Jiwa, Pemerintah Kerahkan Kekuatan Nasional

- Editorial Team

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali menunjukkan eskalasi dampak kemanusiaan yang mengkhawatirkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah meningkat menjadi 810 jiwa hingga Rabu (3/12) sore. Sementara itu, 612 orang lainnya masih dinyatakan hilang di tiga provinsi terdampak.

Rincian terbaru mencatat Aceh sebagai wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yaitu 272 orang, serta 193 orang hilang. Di Sumatra Utara, angka korban jiwa mencapai 297 orang dengan 159 orang belum ditemukan. Adapun di Sumatra Barat, tercatat 236 korban meninggal dan 260 warga masih hilang akibat intensitas banjir dan longsor yang terus berulang.

Selain itu, sedikitnya 2.600 warga mengalami luka-luka, sementara total populasi terdampak mencapai 3,2 juta jiwa, menjadikan bencana ini salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir di wilayah Sumatera.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah tingginya angka korban dan desakan publik, pemerintah belum menetapkan bencana ini sebagai bencana nasional. Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa penanganan dilakukan dengan skala nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI–Polri dan BNPB, untuk mengerahkan seluruh sumber daya tanpa kecuali.

“Seluruh kementerian/lembaga diperintahkan oleh Bapak Presiden untuk mengerahkan kekuatan secara maksimal. Penanganannya dilakukan dengan penuh kekuatan nasional,” ujar Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (3/12).

Seiring terus bertambahnya korban dan meluasnya wilayah terdampak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur penanggulangan bencana kini bergerak dalam operasi terpadu, mulai dari pencarian korban hilang, distribusi logistik, penanganan kesehatan, hingga pembukaan akses ke wilayah terisolasi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB