Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter, Status Siaga III

- Editorial Team

Senin, 16 Maret 2026 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Merapi Yogyakarta (Sumber: Portal Jogja)

Gunung Merapi Yogyakarta (Sumber: Portal Jogja)

MATAINDONESIA.CO.ID, Jakarta – Badan Geologi melaporkan terjadinya peristiwa awan panas guguran di Gunung Merapi pada Senin (16/3) dini hari sekitar pukul 02.47 WIB. Berdasarkan data teknis, luncuran awan panas tersebut mencapai jarak estimasi 1.500 meter dengan amplitudo maksimal 33,9 mm dan durasi 175,2 detik. Material vulkanik ini bergerak menuju arah barat daya atau hulu Kali Krasak, sehingga otoritas setempat meminta masyarakat tetap waspada dan memantau kondisi terkini gunung api di perbatasan Jawa Tengah dan DIY tersebut.

Status Siaga dan Potensi Bahaya Sektor Sungai

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih bertahan pada Level III atau status Siaga. Badan Geologi menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik berupa erupsi efusif masih tergolong cukup tinggi berdasarkan pengamatan periode 6-12 Maret 2026. Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas mengancam sektor selatan hingga barat daya, terutama di sepanjang Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak aman maksimal antara 5 hingga 7 kilometer dari puncak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kewaspadaan di Sektor Tenggara dan Radius Eksplosif

Selain arah barat daya, ancaman serupa juga mengintai sektor tenggara yang meliputi wilayah Sungai Woro dan Sungai Gendol dengan radius bahaya 3 hingga 5 kilometer. Badan Geologi memperingatkan bahwa suplai magma yang terus berlangsung hingga saat ini berpotensi memicu letusan eksplosif secara tiba-tiba. Jika hal tersebut terjadi, lontaran material vulkanik dapat menjangkau wilayah dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi, sehingga warga wajib menaati batas zona aman yang telah ditentukan.

Instruksi Mitigasi dan Antisipasi Bahaya Lahar

Badan Geologi mendesak Pemerintah Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk segera mengambil langkah-langkah mitigasi guna menghadapi ancaman erupsi. Masyarakat sebaiknya menghentikan segala aktivitas di daerah potensi bahaya dan tetap mewaspadai ancaman lahar dingin, terutama saat hujan turun di kawasan puncak. Selain itu, warga juga perlu mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang mungkin tersebar mengikuti arah angin pasca-erupsi.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB