DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama HIPERMAKES, Soroti KLB dan Standar Higiene Dapur MBG

- Editorial Team

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Majene Rapat bersama Hipermakes

DPRD Majene Rapat bersama Hipermakes

MATAINDONESIA.CO.ID, MAJENE – DPRD Kabupaten Majene menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama perwakilan Pengurus Cabang Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (HIPERMAKES) pada Senin (9/2) di Gedung DPRD Majene. Rapat ini secara khusus membahas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Majene, menyusul munculnya sejumlah kejadian luar biasa (KLB) dan persoalan standar keamanan pangan di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Majene, M. Idwar, dan dihadiri Wakil Ketua DPRD H. Abdul Wahab, S.H., anggota DPRD, perwakilan Kapolres, Dandim, Kejari, Asisten I mewakili Bupati Majene, pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Majene, staf ahli, perwakilan Dinas Kesehatan, serta koordinator SPPG tingkat kabupaten dan kecamatan.

HIPERMAKES Soroti KLB dan Legalitas SPPG

Dalam forum tersebut, Ketua HIPERMAKES menyampaikan sejumlah kekhawatiran mahasiswa terkait pelaksanaan MBG. Isu utama yang diangkat adalah temuan ulat pada sayuran di SPPG Banggae serta dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak dan ibu hamil di SPPG Tubo Sendana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, HIPERMAKES mempertanyakan kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) pada dapur-dapur MBG. Sertifikat ini dinilai krusial karena menjadi indikator kelayakan sanitasi dan keamanan pangan dalam operasional dapur MBG.

Mahasiswa menegaskan bahwa aspirasi yang mereka sampaikan bertujuan memastikan tata kelola MBG berjalan baik, tepat sasaran, serta menjamin keselamatan penerima manfaat.

Data SPPG: Mayoritas Belum Kantongi SLHS

Koordinator SPPG Kabupaten Majene mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 22 dapur SPPG di Majene, dengan 21 dapur beroperasi dan 1 dapur ditutup sementara akibat KLB. Dari jumlah tersebut, baru 7 dapur yang telah memiliki SLHS, sementara 15 lainnya belum.

Ia menjelaskan bahwa pengurusan SLHS dapat dilakukan setelah dapur beroperasi, dengan rentang waktu pengurusan sekitar satu hingga tiga bulan.

Namun, Ketua DPRD Majene M. Idwar menegaskan bahwa SLHS merupakan syarat yang sangat mendesak dan tidak bisa dilonggarkan.

“Jika dapur belum memenuhi syarat penerbitan SLHS tetapi tetap dijalankan, maka itu berisiko ke depan,” tegasnya.

Penjelasan Dinas Kesehatan

Perwakilan Dinas Kesehatan Majene menyampaikan bahwa dari 15 dapur yang belum memiliki SLHS, empat di antaranya bahkan belum mengajukan permohonan.

Untuk memperoleh SLHS, dapur MBG harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain: Skor penilaian dapur di atas 80, Uji sampling makanan di laboratorium terakreditasi, Minimal 50 penjamah makanan bersertifikat melalui aplikasi Satu Sehat, Seluruh penjamah memiliki surat keterangan sehat

Dinkes menilai masih banyak SPPG yang belum memenuhi standar sarana dan prasarana sehingga belum layak memperoleh sertifikat.

DPRD: Pengawasan Akan Diperketat

Menanggapi aspirasi HIPERMAKES, Wakil Ketua DPRD Majene H. Abdul Wahab menyatakan bahwa DPRD memandang MBG sebagai program strategis nasional yang harus dikawal pelaksanaannya agar efektif, efisien, dan akuntabel.

Terkait dugaan keracunan di Tubo Sendana, ia menjelaskan bahwa sampel makanan telah diambil untuk diuji di laboratorium. Hingga kini, belum ada hasil resmi yang menyatakan sumber keracunan berasal dari makanan MBG.

Soal kemungkinan penutupan atau blacklist terhadap SPPG bermasalah, ia menyebut masih menunggu kejelasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi temuan ulat pada sayuran, Abdul Wahab menegaskan DPRD akan mengoptimalkan fungsi pengawasan, termasuk membuka kemungkinan pemeriksaan log book pembersihan harian vendor.

“Kami akan memberi ruang kepada komisi terkait untuk menindaklanjuti, baik melalui rapat kerja maupun RDP lanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Target 33 SPPG di Majene

Ke depan, DPRD berharap pelaksanaan MBG di Majene berjalan sesuai target nasional. Kabupaten Majene sendiri ditargetkan memiliki 33 SPPG.

Abdul Wahab menegaskan seluruh pihak—DPRD, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan—akan terus mendorong agar program ini berjalan sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.

“Program ini harus dikawal bersama agar tepat sasaran dan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” tutupnya.

DPRD Majene RDP bersama dengan Hipermakes
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB