BNPB: 147 Ribu Lebih Rumah Rusak Akibat Banjir dan Longsor di Tiga Provinsi Sumatra

- Editorial Team

Selasa, 16 Desember 2025 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak Banjir dan Longsor Sumatera

Dampak Banjir dan Longsor Sumatera

MATAINDONESIA.CO.ID, BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 147 ribu unit rumah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pemerintah saat ini terus mempercepat proses pemulihan pascabencana, khususnya terkait perencanaan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

“Sebanyak 147 ribu lebih rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Data ini menjadi acuan utama dalam perencanaan pembangunan hunian bagi warga terdampak,” kata Abdul Muhari di Banda Aceh, Selasa (16/12).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Provinsi Aceh, jumlah rumah rusak tercatat 106.058 unit, terdiri dari 46.779 unit rusak ringan, 22.951 unit rusak sedang, dan 36.328 unit rusak berat. Tiga wilayah dengan dampak terbesar yakni Aceh Utara (36.964 unit), Aceh Timur (18.914 unit), dan Aceh Tamiang (10.720 unit).

Sementara itu, di Sumatra Utara tercatat 28.708 unit rumah rusak, dengan rincian 19.651 unit rusak ringan, 3.899 unit rusak sedang, dan 5.158 unit rusak berat. Dari jumlah tersebut, 1.068 unit dilaporkan hilang atau hanyut terbawa banjir. Dampak terparah terjadi di Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Adapun di Sumatra Barat, BNPB mencatat 12.451 unit rumah rusak, terdiri dari 6.933 unit rusak ringan, 2.959 unit rusak sedang, dan 2.559 unit rusak berat. Wilayah terdampak terbesar berada di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.

Abdul Muhari menegaskan pendataan dilakukan secara rinci dan terverifikasi guna memastikan proses pemulihan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Rumah rusak ringan masih memungkinkan dibangun kembali di lokasi semula dengan memperhatikan mitigasi bencana. Sementara rumah rusak berat dan yang berada di zona rawan akan diarahkan ke skema relokasi yang lebih aman,” ujarnya.

BNPB bersama kementerian, lembaga terkait, dan pemerintah daerah saat ini mempercepat pendataan lanjutan serta penentuan lokasi hunian sementara dan hunian tetap.

“Kami harapkan dalam pekan ini pendataan dapat difinalisasi. Presiden telah mengarahkan agar proses ini dipercepat sehingga pembangunan bisa segera dimulai,” kata Abdul.

Selain kerusakan permukiman, BNPB juga mencatat total korban meninggal dunia mencapai 1.053 jiwa, dengan rincian Aceh 449 jiwa, Sumatra Utara 360 jiwa, dan Sumatra Barat 244 jiwa. Sementara 200 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Jumlah pengungsi saat ini tercatat 606.040 jiwa, terdiri dari Aceh 571.201 jiwa, Sumatra Utara 21.579 jiwa, dan Sumatra Barat 13.260 jiwa.

“Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari pangan, air bersih, layanan kesehatan hingga dukungan psikososial, terus terpenuhi melalui koordinasi lintas pihak,” tutup Abdul Muhari.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB