Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli Raya: Delapan Warga Meninggal, Ribuan Mengungsi akibat Pengaruh Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

- Editorial Team

Rabu, 26 November 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

Kondisi jembatan yang terputus akibat banjir di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Selasa (25/11). (BPBD Kabupaten Tapanuli Utara)

MATAINDONESIA. CO.ID, JAKARTA – Empat wilayah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara—Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan—dilanda bencana banjir dan tanah longsor setelah diguyur cuaca ekstrem secara bertubi-tubi pada 24–25 November 2025. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga mengganggu aktivitas dan penghidupan ribuan warga.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops BNPB) per Rabu (26/11) pukul 07.00 WIB, intensitas hujan sangat tinggi dalam durasi lebih dari dua hari memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah, khususnya di Kota Sibolga.

Banjir melanda kelurahan-kelurahan di Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota. Arus air terlihat menghantam rumah warga, menyeret kendaraan, serta membawa material lumpur, batang pohon, dan puing bangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wilayah longsor turut dilaporkan di Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, Parombunan, Aek Mani, Pancuran Bambu, Pancuran Dewa, Pancuran Kerambil, Pasar Belakang, Pasar Baru, dan Pancuran Gerobak.

Satu warga mengalami luka-luka dan tengah mendapat perawatan. Sedikitnya 3 rumah termasuk 1 ruko terdampak, serta beberapa akses jalan yang rusak sehingga menghambat mobilisasi warga.

Dampak terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan, di mana banjir dan longsor menyebabkan:

  • 8 warga meninggal dunia

  • 58 warga luka-luka

  • 2.851 warga mengungsi

Sebanyak 11 kecamatan terdampak, meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan, dan Angkola Muaratais.

Tapanuli Utara melaporkan 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan putus. Tim gabungan merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom sebagai substitusi akses utama.

Sementara itu, di Tapanuli Tengah, sebanyak 1.902 rumah terdampak banjir di 9 kecamatan: Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam dan Pinangsori. Pemerintah daerah sudah mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako.

BNPB menegaskan bahwa seluruh data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring kaji cepat lanjutan di lapangan.

BMKG: Cuaca Ekstrem Dipicu Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui TCWC Jakarta melaporkan adanya dua sistem cuaca signifikan yang mempengaruhi Sumatera Utara dalam 24–26 November 2025:

1. Siklon Tropis KOTO — berkembang di Laut Sulu

  • Menarik massa udara basah

  • Memperkuat pertumbuhan awan hujan

  • Menyebabkan hujan lebat dan angin kencang di Indonesia bagian barat

2. Bibit Siklon 95B — terpantau di Selat Malaka

  • Memicu pembentukan awan konvektif yang meluas

  • Meningkatkan curah hujan ekstrem di Aceh hingga Sumatera Utara

  • Berdampak pada gelombang tinggi hingga 4 meter di beberapa perairan

BMKG memprediksi hujan sedang hingga lebat masih berpotensi melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, serta meningkatkan risiko gelombang tinggi di Selat Malaka dan perairan timur Sumut.

BNPB Imbau Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan

BNPB terus memantau situasi di seluruh wilayah Tapanuli Raya dan berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.

Sementara itu, masyarakat diminta untuk:

  • memantau prakiraan cuaca BMKG secara berkala,

  • menghindari aktivitas di bantaran sungai dan lereng perbukitan saat hujan deras,

  • segera melakukan evakuasi mandiri jika hujan lebat turun lebih dari 1 jam,

  • dan mengikuti instruksi resmi petugas di lapangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB