Banjir Bandang dan Longsor Isolasi Tapanuli Tengah: Akses Darat Lumpuh Total, Warga Mengungsi dalam Kondisi Memprihatinkan

- Editorial Team

Jumat, 28 November 2025 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masintonn Pasaribu, Bupati Tapteng

Masintonn Pasaribu, Bupati Tapteng

MATAINDONESIA.CO.ID, TAPANULI TENGAH – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sejak beberapa hari terakhir membuat wilayah tersebut terisolasi total. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa akses darat, listrik, hingga jaringan komunikasi lumpuh, sementara ribuan warga berada dalam kondisi darurat.

“Tapanuli Tengah terisolir dari berbagai akses jalan darat, listrik dan internet/telepon. Kondisi warga yang mengungsi memprihatinkan,” kata Masinton kepada wartawan, Kamis (27/11/2025).

Akses Darat Lumpuh, 57 Titik Longsor Tutup Jalur Utama

Masinton menjelaskan bahwa akses dari berbagai wilayah menuju Tapanuli Tengah praktis tak bisa dilewati. Jalur dari Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menuju kawasan tersebut lumpuh total, sehingga mobilitas hanya memungkinkan melalui jalan kaki.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, jalur jembatan dari Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah juga mengalami kerusakan di sejumlah titik.

“Akses jalan darat Tarutung–Sibolga tertimbun longsor lebih kurang ada 57 titik longsoran yang menutup bahu jalan,” ujar Masinton.

Dengan kondisi tersebut, akses menuju Tapanuli Tengah kini hanya dapat ditempuh melalui udara via Bandara Pinangsori, atau laut melalui Pelabuhan Sibolga.

Masinton mengungkapkan bahwa ribuan warga yang mengungsi kini berada dalam kondisi serba kekurangan. Minimnya pasokan logistik serta putusnya komunikasi membuat penanganan menjadi semakin sulit.

“Warga yang mengungsi sangat membutuhkan makanan dan pakaian. Mereka juga membutuhkan genset dan Starlink untuk memudahkan koordinasi pemerintahan,” jelasnya.

Ketiadaan listrik dan akses internet membuat komunikasi darurat terhambat, termasuk koordinasi penyaluran bantuan serta pendataan korban.

Seruan untuk Percepatan Bantuan dan Penanganan

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah bersama aparat TNI/Polri, BPBD, dan berbagai pihak kini tengah berupaya membuka akses dan mempercepat distribusi bantuan. Namun skala kerusakan dan luasnya wilayah terdampak membuat penanganan membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah pusat.

Bencana ini menjadi alarm serius terkait perlunya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan longsor dan banjir bandang di Sumatera Utara, terutama pada musim hujan yang kian ekstrem.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Heboh Dugaan Ketidaksesuaian Awak Kapal di Selat Makassar, Mahasiswa Sulbar Desak Pemeriksaan Menyeluruh
Tangis Anak di Hadapan Jenazah Ayahnya, Palpasi Indonesia: Hentikan Kekerasan dan Benahi Penegakan Hukum
DPRD Majene Dorong Kejelasan Jadwal dan Anggaran Lomba Sandeq 2026
Dorong Penurunan Stunting, Pemkab Majene Salurkan Bantuan Stimulan Bagi Keluarga Rawan
Menjaga Kelas Menengah, Menjaga Mesin Ekonomi Indonesia
Empat Mahasiswa Unsulbar Dituntut 8 Bulan Pidana Pengawasan Kasus Pengrusakan Gedung DPRD Majene

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB