MATAINDONESIA.CO.ID, TAPANULI TENGAH – Banjir tak lagi ingin dijawab dengan janji. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memilih langkah keras dan nyata. Sebanyak 12 unit alat berat diturunkan langsung ke Sungai Aek Harse, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, sebagai bagian dari operasi besar normalisasi sungai dan pengamanan kawasan rawan bencana.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, turun langsung ke lokasi pada Minggu (18/1/2026), memastikan pengerjaan berjalan cepat dan tepat. Normalisasi sungai dilakukan bersamaan dengan pembersihan sedimen tanah, bebatuan, hingga batang kayu yang selama ini menjadi biang sumbatan aliran air—penyebab banjir berulang yang menghantui warga.
“Untuk pekerjaan ini, kita optimalkan dukungan 3 unit ekskavator, 2 bulldozer, dan 10 damtruk,” tegas Masinton di sela peninjauan lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bukan sekadar respons darurat, melainkan sinyal kuat bahwa Pemkab Tapteng ingin memutus siklus banjir musiman yang selama bertahun-tahun menjadi ancaman serius bagi permukiman warga.
Tak Ingin Mengulang Sejarah Banjir
Masinton menegaskan, normalisasi Sungai Aek Harse bukan target akhir. Pemerintah daerah telah menyiapkan langkah lanjutan yang lebih permanen dan berani.
“Target kita ke depan, kita akan buat tanggul sungai permanen. Kita beton semua,” ujarnya lugas.
Pernyataan ini menegaskan arah kebijakan yang tak lagi setengah-setengah. Betonisasi tanggul diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang agar luapan sungai tak lagi menelan rumah warga, merusak akses jalan, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemimpin Hadir di Tengah Warga
Di sela peninjauan, Masinton juga menyempatkan diri meninjau rambin (jembatan gantung) di Hutanabolon—akses vital warga yang menjadi urat nadi mobilitas sehari-hari. Ia berdialog langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan sekaligus memberi semangat agar warga tetap tabah menghadapi dampak bencana.
Kehadiran orang nomor satu di Tapteng itu sontak menyedot perhatian. Puluhan anak-anak berlarian mendekat, mengerubungi dan mendampingi bupati mereka menyusuri lokasi terdampak. Pemandangan sederhana, namun sarat makna: pemimpin yang hadir, bukan sekadar memberi instruksi dari balik meja.
Ujian Keseriusan Negara di Tingkat Lokal
Normalisasi Sungai Aek Harse kini menjadi ujian nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi krisis lingkungan dan bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi. Publik menanti: apakah proyek ini benar-benar tuntas dan berkelanjutan, atau hanya berhenti sebagai respons sesaat.
Namun satu pesan sudah jelas, Masinton Pasaribu memilih bergerak cepat, turun langsung, dan memasang target besar. Bagi warga Hutanabolon, harapan kini bukan lagi sekadar doa, tetapi alat berat yang bekerja siang dan malam, membelah lumpur demi masa depan yang lebih aman.












