Strategi Pembangunan Nasional: Kritik Terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Menuju Indonesia Mandiri

- Editorial Team

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kamal Nyarrang (Wabendum PB HMI)

Kamal Nyarrang (Wabendum PB HMI)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – OPINI

Oleh: Kamal Nyarrang (Wabendum PB HMI).

Ketahanan nasional hakikatnya adalah kondisi suatu bangsa yang menggambarkan kemampuan mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, gangguan dan tantangan. Sistem pertahanan negara yang di anut oleh Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Asta cita prabowo sangat relevan dan baik namun Ada beberapa aspek yang perlu di perhatikan dan mempengaruhi ketahanan nasional saat ini di antaranya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aspek Ideologi

Di berbagai belahan dunia terdapat berbagai macam ideologi namun yang memiliki peran besar dan banyak di implikasikan oleh suatu negara diantaranya ideologi Liberalisme, Komunisme serta ideologi Keagamaan (Fundamentalisme). Indonesia memiliki Ideologi yang berbeda dari kebanyakan negara, ideologi dibangun bangsa Indonesia merupakan saripati dari nilai yang telah menjadi pedoman dan berakar dalam kehidupan masyarakat. Namun makin terbukanya hubungan antar negara, makin banyak tantangan mempertahankan ideologi, haruslah membangun ketahanan ideologi yang berbasis pada falsafah bangsa sendiri yaitu ideologi Pancasila yang bersifat demokratis, nasionalistis, religiusitas, humanistis dan berkeadilan sosial.

Aspek Politik

Aspek politik bisa di lihat dari berbagai perspektif di antaranya Menempatkan secara proporsional kedaulatan rakyat didalam kehidupan, kamudian Memfungsikan lembaga-lembaga negara, Menegakkan keadilan sosial dan keadilan hukum, Menciptakan situasi yang kondusif, Meningkatkan budaya politik dalam arti luas, Memberikan kesempatan yang optimal kepada saluran-saluran politik, Melaksanakan pemilihan umum, Melaksanakan sosial control yang bertanggung jawab, Menegakkan hukum dan menyelenggarakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Aspek Ekonomi

Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mampu memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis, menciptakan kemandirian ekonomi nasional yang berdaya saing tinggi, dan mewujudkan kemakmuran rakyat yang secara adil dan merata. Dengan demikian, pembangunan ekonomi sudah sepatutnya diarahkan kepada kuatnya ekonomi dalam negeri yang dapat dilakukan salah satunya menciptakan iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan hidup serta meningkatnya daya saing dalam lingkup perekonomian global.yang berkeadilan.

Aspek Pertahanan & Keamanan

Pertahanan dan keamanan harus dapat mewujudkan kesiap siagaan serta upaya bela negara, yang berisi ketangguhan, kemampuan dan kekuatan melalui penyelenggaraan Siskamnas (Sishamkamrata) untuk menjamin kesinambungan Pembangunan Nasional dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasarkan filsafat Pancasila dan landasan konstitusional UUD 1945.
Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai harus dilindungi dari segala ancaman dan gangguan agar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin segenap lapisan masyarakat Indonesia. Asta cita presiden prabowo jangan hanya menjadi slogan tetapi di aktualkan dalam ruang masyarakat yang memiliki dampak langsung.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menjadi Digdaya di Abad Kedua: Resiliensi Nahdlatul Ulama untuk Indonesia dan Dunia
HUT TIDAR: Saatnya Generasi Muda Membuktikan Diri Lewat Gerakan yang Berdampak
Merespon Tidak Dilaksanakannya Sandeq Silumba Tahun ini
Penyalahgunaan Wewenang dalam Administrasi Pemerintahan : Diskresi vs Abuse of Power Provinsi Sulawesi Barat
Cahaya Dari Tanah Palipi Soreang : Kisah KH Nahrawi Hingga Bergelar Puang Alinduang
Senjakala Taktik Ulur Waktu: Menguji Marwah KUHAP Baru di Arena Praperadilan Gus Yaqut vs KPK
Sebuah Dalil Mengadili Kebijakan, Menghukum Kemanusiaan; Refleksi Kritis atas Kasus Gus Yaqut
PENETAPAN TERSANGKA GUS YAQUT OLEH KPK : SEBUAH TELAAH KRITIS Oleh : Muh. Arsalin Aras

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB