HUT TIDAR: Saatnya Generasi Muda Membuktikan Diri Lewat Gerakan yang Berdampak

- Editorial Team

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yulinar Havsa Pasaribu, S.H.,M.H. (Ketua TIDAR Tapanuli Tengah)

Yulinar Havsa Pasaribu, S.H.,M.H. (Ketua TIDAR Tapanuli Tengah)

Oleh: Yulinar Havsa Pasaribu, S.H.,M.H. (Ketua TIDAR Tapanuli Tengah)

MATAINDONESIA.CO.ID, OPINI — Perayaan hari ulang tahun sebuah organisasi semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut seharusnya menjadi ruang refleksi untuk menilai sejauh mana organisasi mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat itulah yang tercermin dalam tema Hari Ulang Tahun TIDAR tahun ini, “Kompak, Bergerak, Berdampak.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan mencerminkan arah gerakan organisasi yang berpijak pada Filosofi Lima Cinta, yakni Cinta Diri, Cinta Sesama, Cinta Belajar, Cinta Kesantunan, dan Cinta Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah perubahan dunia yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Transformasi digital, ketidakpastian ekonomi global, ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga persaingan sumber daya manusia menjelang Indonesia Emas 2045 menuntut hadirnya pemuda yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi.

Dalam konteks tersebut, makna kompak menjadi fondasi utama. Kekompakan bukan berarti menghilangkan perbedaan pendapat, melainkan kemampuan menyatukan berbagai latar belakang, profesi, dan cara pandang demi mencapai tujuan bersama. Nilai ini sejalan dengan Filosofi Lima Cinta, khususnya Cinta Sesama dan Cinta Kesantunan, yang mengajarkan pentingnya menghargai perbedaan melalui dialog, kolaborasi, dan semangat gotong royong.

Namun, organisasi tidak cukup hanya solid secara internal. Kekompakan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata melalui semangat bergerak. Organisasi kepemudaan dituntut hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang berkembang, sekaligus menjadi bagian dari solusi. Gerakan tersebut dapat diwujudkan melalui pengabdian sosial, pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, hingga inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan publik.

Semangat bergerak juga lahir dari Cinta Belajar dan Cinta Diri. Anak muda harus terus meningkatkan kapasitasnya agar mampu beradaptasi terhadap perubahan sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa. Menjadi generasi yang produktif bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Pada akhirnya, masyarakat akan menilai sebuah organisasi bukan dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan ataupun tingginya eksposur di media sosial. Tolok ukur sesungguhnya adalah sejauh mana gerakan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di sinilah makna berdampak menjadi tujuan utama. Dampak tercipta ketika gagasan mampu diwujudkan menjadi program yang berkelanjutan, kader hadir sebagai penggerak perubahan di lingkungannya, serta mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan publik. Nilai tersebut merupakan implementasi nyata dari Cinta Indonesia, yaitu komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.

Sebagai organisasi kepemudaan, TIDAR memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan kader yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kepemimpinan yang adaptif. Kepemimpinan masa depan tidak cukup dibangun melalui kemampuan berbicara atau membangun citra, tetapi harus dibuktikan melalui keteladanan, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

Momentum ulang tahun ini juga menjadi pengingat bahwa bonus demografi Indonesia hanya akan menjadi kekuatan apabila diisi oleh generasi muda yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian. Sebaliknya, bonus tersebut dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan menjauh dari nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, tema “Kompak, Bergerak, Berdampak” tidak hanya relevan bagi TIDAR, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh generasi muda Indonesia untuk menghidupkan Filosofi Lima Cinta dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi, solidaritas, dan kerja nyata menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan bangsa di masa depan.

Pada akhirnya, usia sebuah organisasi tidak hanya diukur dari lamanya berdiri, melainkan dari besarnya manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Semoga Hari Ulang Tahun TIDAR menjadi momentum memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan melahirkan generasi muda yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

Dirgahayu TIDAR. Tetap kompak dalam semangat, terus bergerak dalam pengabdian, dan selalu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menjadi Digdaya di Abad Kedua: Resiliensi Nahdlatul Ulama untuk Indonesia dan Dunia
Merespon Tidak Dilaksanakannya Sandeq Silumba Tahun ini
Penyalahgunaan Wewenang dalam Administrasi Pemerintahan : Diskresi vs Abuse of Power Provinsi Sulawesi Barat
Cahaya Dari Tanah Palipi Soreang : Kisah KH Nahrawi Hingga Bergelar Puang Alinduang
Senjakala Taktik Ulur Waktu: Menguji Marwah KUHAP Baru di Arena Praperadilan Gus Yaqut vs KPK
Strategi Pembangunan Nasional: Kritik Terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Menuju Indonesia Mandiri
Sebuah Dalil Mengadili Kebijakan, Menghukum Kemanusiaan; Refleksi Kritis atas Kasus Gus Yaqut
PENETAPAN TERSANGKA GUS YAQUT OLEH KPK : SEBUAH TELAAH KRITIS Oleh : Muh. Arsalin Aras

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB