MATAINDONESIA.CO.ID, MAJENE – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Jami Baitul Mahabba, Desa Palipi Soreang, Jumat malam (16/1/2026). Ratusan jamaah dari berbagai unsur masyarakat tumpah ruah menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H/2026, sebuah momentum spiritual yang bukan sekadar seremoni, tetapi juga ajang memperkuat nilai keimanan, persaudaraan, dan keteladanan hidup beragama.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Baitul Mahabba, Ikatan Remaja Masjid Jami Baitul Mahabba, serta P3D Palipi Soreang, dan digelar setelah salat Isya hingga selesai. Kehadiran unsur pemerintah dan tokoh masyarakat semakin menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai pilar pembangunan sosial di desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Banggae Hifmi Zakaria, Kepala Desa Palipi Soreang Wardin Wahid, Ketua dan Anggota BPD, para kepala dusun, ketua RT, Ketua PHBI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Palipi Soreang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan tilawatil Qur’an, laporan Ketua Panitia, sambutan Kepala Desa dan Camat Banggae, penyampaian hikmah Isra Mi’raj, dan ditutup dengan doa oleh Imam Masjid Jami Baitul Mahabba.

Ketua Panitia, Agung Izzulhaq, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan agenda tahunan yang sarat makna.
“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi ikhtiar bersama untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan. Yang terpenting, bagaimana hikmah Isra Mi’raj bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, menyampaikan apresiasi atas soliditas masyarakat dan pemuda desa. Ia mengakui bahwa kondisi anggaran desa saat ini tidak sebaik tahun-tahun sebelumnya, namun semangat gotong royong menjadi kunci utama terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Antusias masyarakat dan peran aktif pemuda menjadi energi besar sehingga kegiatan ini tetap terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Camat Banggae, Hifmi Zakaria, memberikan kesan mendalam terhadap kekompakan panitia dan masyarakat. Ia secara khusus menitipkan pesan kepada pemerintah desa agar kegiatan keagamaan tetap menjadi prioritas.

“Walaupun anggaran desa terbatas, saya berharap kegiatan keagamaan tidak dikurangi. Nilai spiritual dan sosialnya jauh lebih besar bagi ketenteraman dan kemajuan masyarakat,” tegasnya, disambut tepuk tangan jamaah.
Puncak acara diisi dengan penyampaian hikmah Isra Mi’raj oleh Ustadz Mufidz, S.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menguraikan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha, termasuk peristiwa diterimanya perintah salat langsung dari Allah SWT.

Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, Ustaz Mufidz menekankan pesan utama Isra Mi’raj, pentingnya menjaga salat dalam kondisi apa pun.
“Sesibuk apa pun kita, di perjalanan jauh, di kebun, atau apa pun profesi kita, jangan pernah meninggalkan salat. Salat adalah amalan pertama yang akan dihisab. Jika salatnya baik, maka amal yang lain akan ikut baik. Sebaliknya, jika salatnya rusak, maka amalan lain pun bisa sia-sia,” pesannya penuh penekanan.
Peringatan Isra Mi’raj di Desa Palipi Soreang tahun ini bukan hanya menjadi ruang refleksi spiritual, tetapi juga bukti nyata bahwa nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan gotong royong tetap hidup dan terjaga, bahkan di tengah keterbatasan. Sebuah pesan kuat bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari kekuatan iman dan persatuan umat.













