Kepala PCO Ucap “Kepala Babi Dimasak”, Prabowo; itu teledor dan keliru.

- Editorial Team

Selasa, 8 April 2025 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senin 7 April 2025 Prabowo dikediamannya membincang banyak hal Bersama dengan 7 jurnalis senior, termasuk didalamnya terkait Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi yang sempat memberikan pernyataan terkait teror kepala babi ke kantor Tempo untuk ‘dimasak saja’. Prabowo mengakui pernyataan Hasan Nasbi teledor dan ia meminta maaf untuk itu.

Prabowo menjawab hal itu setelah ditanyakan langkah yang akan dilakukan terkait komunikasi jajarannya yang kurang baik, termasuk pernyataan Hasan Nasbi merespons teror kepala babi ke kantor Tempo. Merespons itu, Prabowo mulanya mengakui itu kesalahan dirinya.

“Saya ingin jawab ya, benar sekali, saya akui bahwa 150 hari saya sendiri, menurut pendapat saya, saya yang bertanggung jawab, saya yang salah sebetulnya,” kata Prabowo ketika bertemu dengan para pemimpin redaksi, seperti disiarkan detikcom di YouTube detikcom, Senin (7/4).
Prabowo menjelaskan alasan dirinya yang salah terkait komunikasi jajaran yang kurang baik. Dia mengaku fokus bekerja langsung menyelesaikan persoalan rakyat.

“Kenapa? Karena begitu kita dapat mandat, fokus saya, antusiasme saya, semangat saya, adalah bagaimana bisa dalam waktu yang sesingkat-singkatnya delivered, orang lapar nggak bisa nunggu, anak-anak lapar nggak bisa nunggu, jadi fokus kita kerja, mungkin ada yang ngejek, tapi saya paham, etos. Saya bukan selalu bela Pak Jokowi, banyak orang yang jelek-jelekin, saya nggak tahu ya, pasti ada orang baik, ada orang yang tidak baik, ada kekurangan, tapi etos ya kita ingin kerja, kita ingin buktikan, kita ingin selesaikan,” jelas Prabowo.

“‘Oh ada El Nino, ada La Nina, kekeringan, waspada, nanti gimana air’, cari air, bikin tim, cari ahli, that’s our focus on the first day, gimana kita menghemat, Menteri Keuangan, pelajari lagi pelajari lagi pelajari lagi, itu akhirnya tim saya semua kurang. Makanya kita waktu itu yakin, kalau kita bisa deliver dengan baik, cepet, kendalikan harga, ini, ini, ini, rakyat merasakan, mereka akan percaya sama kita,” lanjut Prabowo.

Prabowo mengakui ternyata itu berdampak berkurangnya komunikasi jajarannya ke publik. Dia juga mengaku pendekatannya hanya sekadar kerja dan bukti.

“Nah ternyata itu makanya saya anggap salah saya, saya tidak terlalu, kalau anda perhatikan, ke mana-mana saya pergi nggak ada wartawan yang embed sama saya, dan sebagainya, karena pendekatan saya waktu itu adalah kerja dan evidence. Kalau saya bisa bikin ini pasti orang bisa menilai objektif. Ternyata tidak seperti itu. Politik adalah persepsi. Ya kadang-kadang kekuatan tertentu, apapun yang kita buat pasti dinarasi tidak baik. Karena itu saya mau perbaiki itu,” tutur dia.

Prabowo kemudian membahas terkait pernyataan Hasan Nasbi terkait teror kepada media Tempo. Dia menduga ada beberapa jajarannya yang kurang hati-hati dalam memberi pernyataan.

“Masalah salah ucap, tim saya kan orang orang baru dalam pemerintahan, banyak orang baru di pemerintahan. Sebagian menteri-menteri yang senior ada yang dari kabinet lama, tapi banyak yang baru, jadi mungkin kurang waspada, kurang hati-hati dalam mengucap,” ujar Prabowo.

Prabowo mengaku kaget dan juga belum sempat menemui Hasan Nasbi. Namun, dia mengakui pernyataan Hasan Nasbi teledor.

“Ya saya nanti, saya belum ketemu sih sebetulnya setelah, saya juga kaget masalah kepala babi dan apa ya, itu juga saya kira gaya-gaya apa, taktik teknik gitu-gitu, bagi saya, saya kira yang lakukan ingin mengadu domba, ingin menciptakan suasana tidak baik. Menurut saya itu, tetapi benar itu ucapan yang menurut saya teledor, itu ya keliru, saya kira beliau menyesal. Tapi ini alasan yang saya bisa kasih adalah mungkin karena baru dalam posisi, pemerintahan yang selalu disorot, jadi kadang-kadang orang yang dari dunia perencana, atau dunia survei, atau dunia akademis, muncul di panggung publik, kurang cepat menyesuaikan. Menurut saya itu,” sebut Prabowo

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gubernur Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel di Zona Perumahan
Diduga Terima Setoran dari Bandar Narkoba, Dua Polisi di Toraja Utara Ditahan Propam
Fandi, ABK Asal Medan Dituntut Hukuman Mati Kasus Selundupkan 2 Ton Narkoba
Oknum Brimob Ditahan Usai Insiden Kekerasan yang Menewaskan Pelajar di Tual
Low Tuck Kwong Pinang Lukisan Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar
Prabowo Tunjuk Mayjen (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan 2026–2031
AHY Soroti Ancaman Perang Dunia Ketiga: Saatnya Kita Semakin Kuat Bersatu
Pemantauan Hilal 1 Ramadan 1447 H di Majene Sulawesi Barat

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:02 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Masuk Tanpa Sertifikasi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:39 WIB

Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan Melalui Investasi Rp 22,73 Triliun

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:33 WIB

Menkeu Purbaya ‘Blacklist’ dan Tagih Pengembalian Beasiswa LPDP

Senin, 23 Februari 2026 - 13:40 WIB

Komisi 3 DPR Tolak Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:24 WIB

Low Tuck Kwong Pinang Lukisan Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:14 WIB

Survei Kemendikdasmen: Dampak MBG Mampu Mengurangi Gangguan Konsentrasi Belajar

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:42 WIB

Purbaya soal Guru Honorer Gugat Anggaran MBG ke MK: Lemah, Pasti Kalah

Berita Terbaru

Bos Kartel El Mencho Tewas (Su,mber: Poros Jakarta)

Internasional

Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho

Rabu, 25 Feb 2026 - 12:54 WIB