MATAINDONESIA.CO.ID, MAMUJU – Nasib pilu kembali menimpa warga pedesaan. Sebuah jembatan gantung penghubung Desa Karama dan Desa Sandapang, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ambruk justru saat sedang diperbaiki oleh warga, Jumat (2/1/2026). Peristiwa ini menjadi potret telanjang rapuhnya infrastruktur dasar yang selama ini menjadi satu-satunya akses hidup masyarakat.
Kepala BPBD Mamuju, Muhamad Taslim, membenarkan kejadian tersebut.
“Iya benar, kami telah menerima laporan jembatan gantung putus atau ambruk,” ujarnya.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20 WITA, ketika warga secara gotong royong melakukan perbaikan seadanya pada jembatan yang selama ini sudah dalam kondisi memprihatinkan. Namun nahas, sebelum rampung diperbaiki, struktur jembatan tak lagi mampu menahan beban dan akhirnya runtuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat kejadian itu, sejumlah warga mengalami luka-luka, meski disebut masih dalam kategori ringan.
“Ada beberapa warga yang luka, tapi luka ringan,” kata Taslim.
Akses Terputus, Aktivitas Warga Lumpuh
Pasca ambruk, jembatan gantung tersebut tidak dapat lagi digunakan, memutus akses utama warga antar desa. Padahal, jembatan itu bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan nadi ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan masyarakat setempat.
BPBD menyebut telah melakukan penanganan awal, sementara pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan.
“Sudah ada instruksi dari bupati, selanjutnya akan dilakukan perbaikan jembatan agar dapat kembali dilalui masyarakat,” ujar Taslim.
Gotong Royong yang Berujung Petaka
Peristiwa ini menyisakan pertanyaan serius: mengapa warga harus mempertaruhkan keselamatan mereka sendiri untuk memperbaiki infrastruktur vital? Ambruknya jembatan saat diperbaiki menjadi simbol kegagalan perencanaan dan pengawasan infrastruktur di wilayah terpencil.
Di saat pembangunan kerap dipamerkan dalam angka dan slogan, warga Kalumpang justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit—akses hidup mereka runtuh secara harfiah.
Kini, warga hanya bisa menunggu janji perbaikan direalisasikan. Sebab bagi mereka, jembatan ini bukan proyek, melainkan urat nadi kehidupan.












