Soal Kebijakan LPG 3 Kg, Bakornas Fokusmaker Sebut Bahlil Tegak Lurus dengan Presiden

- Editorial Team

Rabu, 5 Februari 2025 - 23:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Bakornas FOKUSMAKER) Dedy Ansary

Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Bakornas FOKUSMAKER) Dedy Ansary

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA — Beberapa hari ini, publik diramaikan dengan kebijakan pemerintah terkait pengaturan distribusi LPG 3 kilogram yang mengakibatkan masyarakat di sejumlah daerah kesulitan untuk mendapatkan LPG 3 kilogram tersebut.

Selain itu, sempat viral video beredar di media sosial, insiden saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ditegur oleh seorang warga Kecamatan Cibodas, Kabupaten Tangerang, Banten, saat melakukan peninjauan di pangkalan gas elpiji 3 kg pada Selasa (4/2/2025).

“Saya sekarang lagi masak, Pak, saya tinggal demi antre gas doang,” ujar Effendi di hadapan Bahlil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden ini turut menjadi perhatian Sekretaris Jenderal Badan Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Bakornas FOKUSMAKER) Dedy Ansary.

Menurut, Dedy Ansary pada peristiwa tersebut harusnya dapat dilihat sebagai tindaklanjut Bahlil sebagai Menteri ESDM yang mau terjun memantau situasi langsung di pangkalan gas LPG 3 kg.

Terlebih, sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto telah mengimbau para Menteri untuk bisa terus bekerja secara nyata dan terjun langsung ke masyarakat.

“Pada pelaksanaannya ada hal-hal teknis yang ternyata menjadi kisruh, Menteri juga telah turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi di bawah dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” jelasnya.

Dalam perjalanan 100 hari masa kerja Kabinet Merah Putih, Bahlil jadi salah satu dari sedikit menteri yang cepat turun ke lapangan dan menghadapi langsung masyarakat.
Selain itu, ia menilai bahwa keputusan Menteri Bahlil Lahadalia dalam meningkatkan status pengecer LPG subsidi menjadi sub pangkalan merupakan langkah yang tepat.
“Seperti yang disampaikan Bapak Menteri ESDM melalui keterangan publik, bukan maksud hati beliau untuk mempersulit masyarakat. Sebaliknya, Bapak Menteri berupaya agar harga eceran LPG itu ada standarisasi dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat,” jelas Dedy.

“Kita tahu bahwa sosok seorang Bahlil Lahadalia lahir dari keluarga yang sangat sulit secara finansial di Banda, Maluku Tengah, dan kemudian tumbuh besar di Fak-fak, Papua Barat. Beliau merasakan langsung dan tahu persis rasanya jadi rakyat susah, maka ikhtiar yang ditempuh ini dalam rangka membawa kemaslahatan dan keadilan bagi masyarakat Indonesia,” ungkap Dedy lagi.

Pengecer juga sudah bisa berjualan lagi dengan cara mendaftarkan diri sceara resmi sebagai Sub Pangkalan, sehingga tidak ada pengecer yang menjual dengan harga semena-mena.

“Kami mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang telah menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali pengecer dalam menjual gas LPG 3 kg, sambil menertibkan mereka menjadi agen sub pangkalan secara bertahap. Kami hakulyakin dengan komitmen dan loyalitas Bapak Bahlil terhadap Merah Putih. Bapak Bahlil tegak lurus perintah Presiden,” tegas pria asal Sulawesi Selatan ini.

Dedy menegaskan Fokusmaker mendukung penuh setiap upaya dan dedikasi Menteri ESDM dan seluruh Kabinet Merah Putih di bawah komando Presiden Prabowo.

“Hal ini tentu, untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju, berkeadilan, makmur, dan sejahtera. Insya Allah para pemimpin kita diberikan kesehatan dimudahkan jalannya,” jelasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB