Apresiasi Kinerja Polri Terbaik Ketiga Dunia, Boni Hargens Bangga dan Beberkan PR ke Depan

- Editorial Team

Sabtu, 22 November 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boni Hargens

Boni Hargens

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA — Analis Politik Senior dan Pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI), Boni Hargens mengapresiasi prestasi membanggakan dari kinerja Polri yang menempati urutan ketiga terbaik di dunia berdasarkan penilaian World Internal Security and Police Index (WISPI) 2023. Hargens mengatakan WISPI menggunakan metodologi komprehensif yang mencakup berbagai aspek kinerja kepolisian, mulai dari kapasitas institusional hingga hasil konkret di lapangan.

“Indeks global yang menilai efektivitas institusi kepolisian di seluruh dunia ini menempatkan Polri pada posisi yang membanggakan, menunjukkan komitmen nyata terhadap profesionalisme dan keunggulan operasional,” ujar Hargens dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).

WISPI 2023 menilai kinerja polisi dari 125 negara dengan menggunakan 12 indikator komprehensif yang terbagi dalam empat domain utama, yakni kapasitas, proses, legitimasi, dan hasil. Dari penilaian tersebut, Polri berada di urutan ketiga terbaik, naik signifikan, 21 peringkat dari posisi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencapaian paling menonjol adalah perolehan skor 0,920 pada domain hasil, yang menempatkan Polri di posisi ketiga tertinggi secara global. Prestasi ini hanya diungguli oleh Denmark dengan skor 0,960 dan Finlandia dengan skor 0,940.

“Skor tinggi pada domain hasil ini memberikan indikasi kuat bahwa gangguan keamanan di Indonesia tergolong dalam kategori risiko rendah dan bukan merupakan ancaman serius terhadap stabilitas keamanan nasional. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi pencegahan dan penanganan kejahatan yang diterapkan Polri,” tutur Hargens.

Hargens mengatakan keunggulan Polri khususnya terlihat pada domain hasil, yang mengukur dampak nyata dari kebijakan dan operasi kepolisian terhadap tingkat keamanan nasional. Domain ini mengevaluasi seberapa efektif institusi kepolisian dalam mengurangi tingkat kejahatan, merespons insiden keamanan, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat.

“Prestasi ini menandai era baru dalam sejarah Polri sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada proses, tetapi juga menghasilkan dampak terukur yang positif bagi keamanan nasional,” tandas Alumnus Universitas Indonesia dan Universtat Wien, Austria ini.

Hargens mengakui, bahwa Tahun 2023 menjadi tahun yang penuh prestasi bagi Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Berbagai keberhasilan dalam pengungkapan tindak pidana, pemberantasan narkoba, penanganan terorisme, dan pemberantasan korupsi menunjukkan komitmen institusi terhadap supremasi hukum dan keadilan.

“Pendekatan komprehensif yang mengedepankan profesionalisme, teknologi modern, dan kolaborasi multi-pihak telah membuahkan hasil yang nyata dan terukur,” kata dia.

Apalagi, kata Hargens, saat ini, tingkat kepuasan terhadap kinerja Polri secara keseluruhan mendekati angka 80 persen jika bersandar pada hasil studi Litbang Kompas, Rumah Politik Indonesia (RPI) dan lembaga lain yang melakukan survei pada tahun 2025. Survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas memberikan validasi empiris terhadap persepsi positif masyarakat terhadap kinerja Polri. Tingkat kepuasan masyarakat mencapai angka impresif 87,8%, dengan 89% responden menyatakan kepuasan mereka terhadap upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan publik yang tinggi ini menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian,” tutur dia.

Hargens juga mengatakan Polri juga mendapat apresiasi khusus atas peningkatan kualitas pelayanan publik dan implementasi pengawasan internal yang konsisten. Sistem pengaduan masyarakat terus diperbaiki meskipun diakui masih ada ruang untuk perbaikan lebih lanjut.

“Komitmen Kapolri terhadap profesionalisme personel melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan anggota, dan penerapan sistem pengawasan melekat (waskat) yang ketat menjadi faktor fundamental di balik keberhasilan ini,” jelas dia.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Lebih lanjut, Hargens mengungkapkan, meskipun telah mencapai prestasi yang signifikan, perjalanan Polri menuju institusi kepolisian kelas dunia masih menyisakan tantangan yang perlu diatasi. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja menunjukkan bahwa Polri perlu meningkatkan domain kapasitas dan proses, khususnya dalam hal alokasi sumber daya dan efektivitas sistem operasional.

Hargens menekankan pada tiga hal yang perlu mendapat evaluasi, pertama peningkatan kapasitas institusional dengan menekankan pada investasi dalam teknologi canggih, pelatihan SDM berkelanjutan, dan modernisasi infrastruktur kepolisian untuk menghadapi tantangan keamanan abad 21.

“Kedua, optimalisasi proses operasional di mana perlu penyempurnaan standar operasional prosedur, digitalisasi layanan, dan efisiensi birokrasi untuk respons yang lebih cepat dan akurat,” beber dia.

Ketiga, lanjut Hargens, penguatan kolaborasi multi-pihak. Menurut dia, sinergi dengan lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem keamanan yang komprehensif
Indonesia masih menghadapi realitas peningkatan angka kriminalitas di beberapa sektor, yang menempatkan Polri dalam posisi strategis untuk terus bertransformasi dan berinovasi.

“Kejahatan siber, transnasional, dan berbasis teknologi memerlukan pendekatan baru yang adaptif dan proaktif. Polri perlu terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, mulai dari radikalisme, terorisme, hingga kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi digital,” kata dia.

Hargens menegaskan dukungan dari pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan sinergi dengan lembaga lain menjadi kunci utama untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja Polri dalam menghadapi tantangan keamanan nasional dan global. Menurut dia, pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen bangsa diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan nasional.

“Optimisme yang tinggi menyelimuti prospek Polri di masa depan, dengan keyakinan bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, institusi ini mampu terus menjaga stabilitas keamanan nasional dan mempertahankan kepercayaan publik yang telah dibangun dengan kerja keras dan dedikasi,” pungkas Hargens.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB