“Saya Bertanggung Jawab Penuh”: Gus Yahya Buka Semua Kartu soal AKN-NU, Peter Berkowitz, hingga Tuduhan TPPU

- Editorial Team

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Gus Yaqur bersama dengan Pengurus di kantor PBNU

Ketua Umum PBNU Gus Yaqur bersama dengan Pengurus di kantor PBNU

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya angkat bicara secara terbuka dan panjang lebar menanggapi Surat Tabayun Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang memantik polemik internal Nahdlatul Ulama. Isu yang disentuh tak main-main: AKN-NU, narasumber asing, dugaan afiliasi Zionisme, hingga tuduhan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam keterangan resmi yang diterima NU Online, Selasa (23/12/2025) malam, Gus Yahya menyampaikan klarifikasi tegas, sistematis, dan personal—seolah ingin memastikan bahwa publik NU tidak dibiarkan menggantung oleh tuduhan yang menurutnya tidak berdasar.

“Dengan segala hormat, saya perlu menanggapi apa yang disampaikan oleh Rais Aam,” ujar Gus Yahya, membuka pernyataannya dengan nada santun, namun sarat ketegasan.

AKN-NU dan Bantahan soal Minim Narasumber Timur Tengah

Gus Yahya menepis anggapan bahwa AKN-NU dijalankan tanpa narasumber representatif dari Timur Tengah. Ia menegaskan, jauh sebelum program dimulai, dirinya telah mengamankan sejumlah nama penting.

Di antaranya Mahmud Killic (Direktur Jenderal IRCICA-OKI dari Turki), Pemred Al-Ahram Muhammad Abu Al Fadl, Mustofa Zahran, hingga Syekh Ali Jum’ah yang bersedia hadir namun terkendala kondisi kesehatan.

“Semua sudah saya laporkan kepada Rais Aam sebelum AKN-NU dimulai, bahkan sebelum rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah,” tegasnya.

Peter Berkowitz: Akademisi, Bukan Agen Ideologi

Isu paling sensitif adalah kehadiran Peter Berkowitz, profesor hukum Stanford, yang belakangan dituding terafiliasi Zionisme. Gus Yahya menyatakan, tuduhan tersebut tidak berbasis informasi publik.

Ia mengaku dua kali bertemu Berkowitz, murni dalam konteks akademik dan pemerintahan, serta telah meminta maaf secara terbuka jika terdapat kekeliruan penilaian pribadi.

“Dalam AKN-NU dan di UI, ia hanya bicara soal HAM dan demokrasi universal. Tidak ada Palestina-Israel. Rekamannya ada, bisa diperiksa,” katanya.

Gus Yahya juga menegaskan rekam jejaknya dalam membela Palestina terdokumentasi luas dan konsisten, sehingga tudingan inkonsistensi dianggap tidak adil.

Charles Holland Taylor: Jejak Panjang Sejak Gus Dur

Menjawab kecurigaan terhadap Charles Holland Taylor (Haji Muhammad Kholil), Gus Yahya menegaskan bahwa sosok ini bukan figur baru dalam jejaring NU internasional.

Taylor telah bekerja mendampingi Gus Dur sejak 2003, kemudian Gus Mus, hingga akhirnya Gus Yahya sendiri—dan tidak pernah bertindak tanpa mandat.

“Semua yang ia lakukan terkait NU sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya,” ujar Gus Yahya, lugas.

TPPU: “Mustahil Dikaitkan dengan NU”

Terkait dugaan TPPU yang menyeret nama eks Bendahara Umum PBNU Mardani Maming, Gus Yahya menyebut tuduhan tersebut amat sangat lemah, bahkan nyaris mustahil untuk dikaitkan dengan PBNU secara kelembagaan.

Ia menegaskan tidak ada keputusan organisasi yang terlibat, serta mengingatkan bahwa tuduhan pidana harus melalui proses pembuktian sah, bukan opini.

Soal data PPATK, Gus Yahya memilih tegas: tidak akan membocorkan apa pun, karena itu adalah rahasia negara.

Pertemuan dengan Rais Aam dan Jalan Buntu Dialog

Gus Yahya juga meluruskan kronologi pertemuannya dengan Rais Aam. Ia membantah pertemuan panjang tanpa jawaban, dan menegaskan bahwa dirinya telah menyerahkan dokumen keuangan dan kajian hukum tertulis.

Namun setelah itu, tak ada tindak lanjut dialog yang justru berujung pada Rapat Harian Syuriyah dan pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum PBNU.

“Saya menunggu panggilan lanjutan, tapi tidak pernah datang,” katanya.

Seruan Islah, Bukan Eskalasi

Di akhir pernyataannya, Gus Yahya menegaskan bahwa dirinya tidak mencari konflik, apalagi memperuncing polemik. Yang ia kehendaki hanya satu: islah demi memulihkan tatanan jam’iyah NU.

“Saya memohon ishlah binaa-an ‘alal haq, bukan ‘alal bathil. Ishlah yang memulihkan nidham jam’iyah, bukan merusaknya lebih jauh,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Masuk Tanpa Sertifikasi Halal
Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan Melalui Investasi Rp 22,73 Triliun
Gubernur Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel di Zona Perumahan
Badan Gizi Nasional Klarifikasi Rincian Anggaran Makan Bergizi Gratis
Menkeu Purbaya ‘Blacklist’ dan Tagih Pengembalian Beasiswa LPDP
Komisi 3 DPR Tolak Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan
Diduga Terima Setoran dari Bandar Narkoba, Dua Polisi di Toraja Utara Ditahan Propam
Fandi, ABK Asal Medan Dituntut Hukuman Mati Kasus Selundupkan 2 Ton Narkoba

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:02 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Masuk Tanpa Sertifikasi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:39 WIB

Pemerintah Pacu Ketahanan Pangan Melalui Investasi Rp 22,73 Triliun

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:23 WIB

Gubernur Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel di Zona Perumahan

Selasa, 24 Februari 2026 - 20:33 WIB

Menkeu Purbaya ‘Blacklist’ dan Tagih Pengembalian Beasiswa LPDP

Senin, 23 Februari 2026 - 13:40 WIB

Komisi 3 DPR Tolak Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:24 WIB

Low Tuck Kwong Pinang Lukisan Karya SBY Senilai Rp6,5 Miliar

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:14 WIB

Survei Kemendikdasmen: Dampak MBG Mampu Mengurangi Gangguan Konsentrasi Belajar

Jumat, 20 Februari 2026 - 01:42 WIB

Purbaya soal Guru Honorer Gugat Anggaran MBG ke MK: Lemah, Pasti Kalah

Berita Terbaru

Bos Kartel El Mencho Tewas (Su,mber: Poros Jakarta)

Internasional

Meksiko Memanas Pasca Tewasnya Bos Kartel El Mencho

Rabu, 25 Feb 2026 - 12:54 WIB