MATAINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR — Rumor hengkangnya penyerang asing PSM Makassar, Abu Razard Kamara, kian menguat jelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Sejumlah sinyal yang muncul dalam beberapa pekan terakhir membuat masa depan pemain asal Liberia itu berada dalam situasi abu-abu, bahkan membingungkan pelatih kepala PSM, Tomas Trucha.
Situasi Abu Kamara bersama PSM Makassar belakangan memang tidak ideal. Penyerang asing tersebut mulai tersisih dari aktivitas tim, termasuk tidak terlihat bergabung dalam sesi latihan bersama rekan-rekannya. Puncaknya terjadi pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 saat PSM menghadapi Bali United. Dalam laga tersebut, nama Abu Kamara sama sekali tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa tim pelatih.
Kondisi itu langsung memicu spekulasi luas di kalangan suporter Juku Eja. Banyak pihak menilai absennya Abu Kamara bukan sekadar keputusan teknis semata, melainkan menjadi sinyal kuat bahwa PSM tengah bersiap berpisah dengan sang pemain. Apalagi, momen ini bertepatan dengan berakhirnya putaran pertama kompetisi dan dibukanya bursa transfer paruh musim, yang kerap dimanfaatkan klub untuk melakukan evaluasi dan perombakan skuad.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Isu kepindahan Abu Kamara pun sampai ke telinga Tomas Trucha. Pelatih asal Republik Ceko itu mengakui dirinya berada dalam posisi yang tidak sepenuhnya pasti terkait masa depan penyerang berusia 26 tahun tersebut. Dalam pernyataannya kepada awak media, Trucha memilih bersikap diplomatis, namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan status Abu Kamara dalam waktu dekat.
“Untuk sekarang, saya bisa katakan bahwa dia masih pemain PSM. Dan kita juga akan menjalani jeda kompetisi,” kata Tomas Trucha dalam sesi jumpa pers usai laga melawan Bali United.
Trucha kemudian menambahkan bahwa situasi sang pemain ke depan masih sangat terbuka. Ia bahkan secara jujur mengakui belum bisa memberikan kepastian apakah Abu Kamara akan tetap bertahan atau justru hengkang saat bursa transfer paruh musim resmi berjalan.
“Saya tidak tahu bagaimana situasinya ke depan, tapi untuk sekarang dia masih pemain PSM,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan bahwa masa depan Abu Kamara berada di persimpangan. Meski secara administratif masih terdaftar sebagai pemain PSM Makassar, fakta di lapangan menunjukkan sang striker mulai kehilangan tempat dalam rencana tim. Ketidakpastian ini juga memperkuat dugaan bahwa PSM tengah mempertimbangkan opsi melepas Abu Kamara demi mencari penyerang asing baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Dari sisi performa, kontribusi Abu Kamara bersama PSM Makassar sejatinya tidak bisa dibilang sepenuhnya mengecewakan, namun juga belum memenuhi ekspektasi besar yang disematkan kepadanya. Sepanjang Super League 2025/2026, ia telah tampil dalam 13 pertandingan dengan total waktu bermain 514 menit. Dari jumlah tersebut, Abu Kamara hanya dipercaya menjadi starter dalam lima laga, sementara sisanya lebih sering masuk sebagai pemain pengganti.
Dalam periode tersebut, Abu Kamara mencatatkan tiga gol dan satu assist untuk Pasukan Ramang. Catatan ini terbilang cukup, namun belum mampu menjawab kebutuhan PSM akan sosok penyerang asing yang benar-benar tajam dan konsisten. Sebagai klub dengan ambisi bersaing di papan atas, PSM tentu menuntut kontribusi lebih besar dari pemain asing, khususnya di lini depan.
Tekanan dari suporter juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Status Abu Kamara sebagai penyerang asing membuat ekspektasi publik jauh lebih tinggi. Ketika kontribusi yang diberikan dinilai belum maksimal, evaluasi pun menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.
Kini, dengan dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Abu Kamara disebut-sebut memiliki peluang besar untuk mencari pelabuhan baru. Di sisi lain, PSM Makassar juga berpotensi melakukan penyegaran skuad demi meningkatkan daya saing di putaran kedua. Semua kemungkinan masih terbuka, dan teka-teki masa depan Abu Kamara tampaknya baru akan terjawab dalam waktu dekat.












