SEA Games Usai, Evaluasi Dimulai: Sepak Bola Gagal Total, Kemenpora Siapkan “Sanksi” untuk Cabor Bermasalah

- Editorial Team

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erik Tohir, Menteri Pemuda dan Olahraga

Erik Tohir, Menteri Pemuda dan Olahraga

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Kesuksesan Indonesia di SEA Games 2025 Thailand tak lantas membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berpuas diri. Di balik raihan 91 emas, 112 perak, dan 130 perunggu yang mengantarkan Merah Putih finis di peringkat kedua—di bawah tuan rumah Thailand—tersimpan catatan serius: sejumlah cabang olahraga gagal memenuhi target dan kini masuk radar evaluasi ketat pemerintah.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Surono, menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga tanpa kecuali akan dievaluasi, terutama yang tampil di bawah ekspektasi. Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi penentu arah pembinaan menuju Asian Games hingga Olimpiade 2028.

“Kami akan melakukan evaluasi bersama tim pakar. Ini menjadi titik awal pembinaan ke depan, menuju Asian Games dan puncaknya Olimpiade 2028,” ujar Surono di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (22/12/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Surono, Kemenpora telah memetakan secara detail cabang olahraga yang melampaui target, sesuai target, dan gagal total. Dari pemetaan itu, pemerintah menyiapkan dua skema: reward bagi yang berprestasi dan punishment bagi yang mengecewakan.

“Beberapa cabor memang tidak mencapai target. Kami akan evaluasi semuanya. Akan ada penghargaan dan juga hukuman,” tegasnya.

Sepak Bola Jadi Sorotan Utama

Salah satu cabang olahraga yang paling disorot adalah sepak bola putra. Berstatus sebagai juara bertahan dan menjadi cabor unggulan, Timnas U22 Indonesia justru tampil antiklimaks. Bahkan, target minimal medali perak yang ditetapkan Kemenpora pun gagal diraih.

Tim asuhan Indra Sjafri hanya mengumpulkan tiga poin di fase grup dan harus tersingkir lebih awal. Kekalahan dalam selisih produktivitas gol dari Malaysia membuat Indonesia gagal lolos sebagai runner-up terbaik—hasil yang dinilai sebagai kegagalan serius.

Tak hanya sepak bola, cabang olahraga lain seperti voli, woodball, dan esports juga masuk daftar cabor yang tidak mampu memenuhi target.

Ancaman Sanksi: Pelatnas Bisa Dicabut

Kemenpora memastikan evaluasi ini tidak berhenti pada catatan administratif. Langkah tegas tengah disiapkan, termasuk kemungkinan menghentikan pembiayaan pelatihan nasional (pelatnas) bagi cabor yang dinilai gagal dan tidak menunjukkan progres signifikan.

“Punishment seperti yang disampaikan Pak Menteri, bisa saja cabornya dibuat mandiri, tidak lagi kita pelatnas-kan,” ungkap Surono.

Meski demikian, Surono menegaskan bahwa bentuk sanksi final masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat internal Kemenpora bersama pemangku kepentingan terkait.

“Pastinya masih akan dirumuskan. Tapi prinsipnya jelas, prestasi harus sejalan dengan dukungan negara,” pungkasnya.

Evaluasi ini menjadi sinyal keras bahwa dukungan negara tidak lagi diberikan tanpa syarat. Prestasi menjadi ukuran utama, dan kegagalan—sekalipun datang dari cabang olahraga populer—akan tetap berujung konsekuensi.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

2.048 Peserta Serbu Mandar Domino Tournament Series 3 di Polewali Mandar, PORDI Ungkap Masa Depan Olahraga Domino Indonesia
PB PORDI Matangkan Turnamen Domino Kemerdekaan di Kemenpora, 27 Unit Eselon Siap Bertanding
PB PORDI Bersama FIKK UNJ Bangun Masa Depan Olahraga Domino Berbasis Sport Science hingga Cetak Atlet Berprestasi Nasional
Turnamen Domino Nasional HGI di Surabaya Jadi Barometer Baru Olahraga Pikiran Profesional di Indonesia
Melalui Dukungan Penuh HGI, Surabaya Domino Tournament 2026 Digelar dan Diikuti Delegasi 17 Provinsi
Perkuat Hubungan Bilateral, Presiden Putin Undang Prabowo ke Rusia Mei dan Juli Mendatang
Trump Ancam Masa Depan NATO dan Beri Sinyal Tunda Pertemuan dengan Xi Jinping
Iran Amankan Puluhan Terduga Mata-mata AS dan Israel di Tengah Konflik Regional

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB