Misbakhun Tegaskan APBN 2026 Harus Akuntabel dan Tepat Sasaran

- Editorial Team

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI (Sumber: RRI. CO.ID)

Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI (Sumber: RRI. CO.ID)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa DPR RI memegang kendali penting melalui fungsi anggaran untuk memastikan APBN benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Saat berbicara dalam acara Penataran Keparlemenan di Bogor, Sabtu (7/2/2026), ia menjelaskan bahwa APBN bukan sekadar angka, melainkan dokumen hukum yang mewujudkan amanat konstitusi. Proses penyusunannya pun berlangsung secara terbuka dan partisipatif, mulai dari tingkat desa hingga nasional, guna memastikan setiap kebijakan selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang.

Misbakhun menekankan bahwa DPR memiliki tanggung jawab besar dalam membahas dan menyetujui setiap rincian belanja yang pemerintah usulkan. Setelah anggaran tersebut sah, DPR tidak lantas lepas tangan, melainkan terus mengawasi pelaksanaannya melalui komisi-komisi terkait. Pengawasan ini semakin kuat dengan adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi bahan evaluasi mendalam bagi para wakil rakyat dalam menilai pertanggungjawaban pemerintah.

Dalam ruang diskusi di Komisi XI, terjadi dialektika yang mempertemukan kepentingan politik dan pertimbangan teknokratis. Misbakhun menjelaskan bahwa mereka mengupas tuntas asumsi makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga target defisit untuk menjaga keseimbangan fiskal. Fokus utamanya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas yang mampu membuka lapangan kerja luas dan meningkatkan daya beli masyarakat di seluruh penjuru negeri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengenai postur anggaran tahun 2026, Misbakhun memaparkan bahwa pemerintah mematok belanja sebesar Rp3.842,7 triliun dengan target pendapatan Rp3.153,6 triliun. Meskipun terdapat selisih yang harus ditutup melalui pembiayaan, ia menjamin bahwa rasio utang dan defisit tetap berada dalam batas aman sesuai aturan undang-undang. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat penerimaan pajak untuk menjaga kepercayaan publik serta investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Pada akhirnya, Misbakhun mengingatkan bahwa setiap rupiah yang keluar dari kas negara harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini mencakup layanan kesehatan, pendidikan, subsidi, hingga pembangunan infrastruktur yang merata. Komisi XI berkomitmen untuk terus mengawal agar APBN tetap menjadi instrumen kesejahteraan yang dikelola secara hati-hati, berkelanjutan, dan tetap berada dalam koridor konstitusi yang benar.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa DPR RI memegang kendali penting melalui fungsi anggaran untuk memastikan APBN benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Saat berbicara dalam acara Penataran Keparlemenan di Bogor, Sabtu (7/2/2026), ia menjelaskan bahwa APBN bukan sekadar angka, melainkan dokumen hukum yang mewujudkan amanat konstitusi. Proses penyusunannya pun berlangsung secara terbuka dan partisipatif, mulai dari tingkat desa hingga nasional, guna memastikan setiap kebijakan selaras dengan rencana pembangunan jangka panjang.

Misbakhun menekankan bahwa DPR memiliki tanggung jawab besar dalam membahas dan menyetujui setiap rincian belanja yang pemerintah usulkan. Setelah anggaran tersebut sah, DPR tidak lantas lepas tangan, melainkan terus mengawasi pelaksanaannya melalui komisi-komisi terkait. Pengawasan ini semakin kuat dengan adanya audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi bahan evaluasi mendalam bagi para wakil rakyat dalam menilai pertanggungjawaban pemerintah.

Dalam ruang diskusi di Komisi XI, terjadi dialektika yang mempertemukan kepentingan politik dan pertimbangan teknokratis. Misbakhun menjelaskan bahwa mereka mengupas tuntas asumsi makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga target defisit untuk menjaga keseimbangan fiskal. Fokus utamanya adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas yang mampu membuka lapangan kerja luas dan meningkatkan daya beli masyarakat di seluruh penjuru negeri.

Mengenai postur anggaran tahun 2026, Misbakhun memaparkan bahwa pemerintah mematok belanja sebesar Rp3.842,7 triliun dengan target pendapatan Rp3.153,6 triliun. Meskipun terdapat selisih yang harus ditutup melalui pembiayaan, ia menjamin bahwa rasio utang dan defisit tetap berada dalam batas aman sesuai aturan undang-undang. Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat penerimaan pajak untuk menjaga kepercayaan publik serta investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Pada akhirnya, Misbakhun mengingatkan bahwa setiap rupiah yang keluar dari kas negara harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Hal ini mencakup layanan kesehatan, pendidikan, subsidi, hingga pembangunan infrastruktur yang merata. Komisi XI berkomitmen untuk terus mengawal agar APBN tetap menjadi instrumen kesejahteraan yang dikelola secara hati-hati, berkelanjutan, dan tetap berada dalam koridor konstitusi yang benar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB