Prabowo Teken Piagam Dewan Perdamaian di Davos, Trump Tepuk Pundak Presiden Indonesia

- Editorial Team

Sabtu, 24 Januari 2026 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump dan Prabowo dalam Proses Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian (sumber: Detik.com)

Trump dan Prabowo dalam Proses Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian (sumber: Detik.com)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menandatangani Piagam Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif global yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Momen penandatanganan tersebut tak hanya menandai langkah strategis Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, tetapi juga menghadirkan simbol politik yang menarik perhatian dunia. Usai menandatangani piagam, Trump menyalami Prabowo dan menepuk pundaknya, sembari menyebut Presiden Indonesia sebagai sosok “pria yang tangguh”.

Penandatanganan Piagam Dewan Perdamaian dilakukan setelah Trump memperkenalkan para anggota Board of Peace—struktur inti Dewan Perdamaian—yang bertugas mengawal misi transisi dan rekonstruksi di wilayah konflik, khususnya Gaza, Palestina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump: Dunia Lebih Aman dan Damai

Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa pembentukan Dewan Perdamaian merupakan upaya kolektif lintas negara dan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Hari ini, dunia lebih kaya, lebih aman, dan jauh lebih damai dibandingkan satu tahun yang lalu,” ujar Trump di hadapan para pemimpin dunia.

Trump juga mengklaim keberhasilan pemerintahannya dalam meredam berbagai konflik global.

“Sebagai presiden, saya mengakhiri delapan perang dalam sembilan bulan, termasuk konflik di Kamboja dan Thailand,” katanya.

Satu per satu kepala negara dan kepala pemerintahan kemudian dipanggil untuk menandatangani piagam. Prabowo maju bersama Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán, berdiri di sisi kiri Trump, sementara Orbán di sisi kanan.

Saat keduanya hendak kembali ke tempat duduk, Trump menyampaikan pujian terbuka.

“Mereka berdua adalah pria yang tangguh,” ucap Trump, sembari menepuk pundak Prabowo.

Indonesia Ambil Peran Sejarah

Presiden Prabowo menilai keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian sebagai kesempatan bersejarah untuk mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di Gaza.

“Saya kira ini benar-benar peluang sejarah untuk mencapai perdamaian di Gaza,” kata Prabowo kepada wartawan di sela forum WEF.

Menurut Prabowo, situasi kemanusiaan di Gaza menunjukkan perbaikan dibanding periode sebelumnya. Bantuan kemanusiaan kini mulai mengalir lebih masif ke wilayah yang selama berbulan-bulan dilanda konflik dan bombardir.

“Yang jelas, penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar sudah masuk,” ujarnya.

Prabowo menegaskan Indonesia siap berkontribusi aktif, baik secara diplomatik maupun kemanusiaan, demi membantu rakyat Palestina dan menjaga stabilitas kawasan.

“Indonesia siap ikut serta. Siapa pun yang ingin perdamaian, yang ingin membantu rakyat Gaza dan rakyat Palestina, mari kita lakukan bersama,” tegasnya.

Dewan Perdamaian dan Gaza

Dewan Perdamaian yang digagas Trump awalnya dirancang untuk mengawasi fase transisi dan rekonstruksi Gaza, namun dalam piagamnya disebutkan bahwa mandat organisasi ini bersifat global dan dapat diterapkan di wilayah konflik lainnya.

Dewan eksekutif Dewan Perdamaian dipimpin langsung oleh Donald Trump dan beranggotakan tokoh-tokoh penting dunia, termasuk Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, Jared Kushner, mantan PM Inggris Tony Blair, hingga Presiden Bank Dunia Ajay Banga.

Bergabungnya Indonesia mempertegas posisi politik luar negeri Jakarta yang konsisten mengedepankan perdamaian, kemanusiaan, dan solusi multilateral, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam dinamika geopolitik global ke depan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB