MATAINDONESIA.CO.ID, BOGOR – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang konsolidasi pengurus di dalam negeri. Dalam perhelatan yang berlangsung di Wisma Haji Ciloto, 9-10 Januari 2026 tersebut, KKMSB secara resmi memulai langkah ekspansi internasional dengan mempersiapkan pembentukan cabang luar negeri di dua negara strategis yaitu Mesir dan Turki.
Dalam sesi khusus yang digelar secara hybrid (daring dan luring), forum Rakornas menyepakati penunjukan mandat kepemimpinan untuk dua negara tersebut. Haidir ditunjuk untuk menahkodai pembentukan KKMSB Cabang Mesir, sementara Yisril dipercaya untuk memimpin inisiasi KKMSB Cabang Turki.
Fakta menarik terungkap dalam sesi dialog persiapan tersebut. Kedua tokoh muda yang dipercaya memegang mandat di dua negara lintas benua ini ternyata memiliki akar pendidikan yang sama. Baik Haidir maupun Yisril diketahui merupakan alumni dari Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash Lampoko, Campalagian, Sulawesi Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesamaan latar belakang ini dinilai menjadi modal sosial yang kuat, menunjukkan bahwa lembaga pendidikan di tanah Mandar mampu melahirkan kader-kader diaspora yang berkiprah di level internasional.
Dialog Via Zoom: Fokus pada Beasiswa dan Jejaring Diaspora
Mengingat jarak geografis, sesi persiapan dilakukan melalui sambungan Zoom Meeting langsung dari lokasi Rakornas di Ciloto. Sesi ini berlangsung interaktif dan diisi dengan tanya jawab mendalam antara Ketua Umum BPP KKMSB, Dr. Muhammad Zain, dengan Haidir dan Yisril.
Dalam dialog tersebut, Dr. Muhammad Zain menekankan bahwa pembentukan cabang Mesir dan Turki bukan sekadar simbol eksistensi, melainkan langkah strategis untuk akselerasi Sumber Daya Manusia (SDM).
“Mesir dan Turki adalah dua pusat peradaban dan pendidikan dunia saat ini. Kehadiran KKMSB di sana harus menjadi jembatan emas bagi putra-putri Mandar. Fokus kita jelas: perkuat akses informasi beasiswa dan fasilitasi anak-anak kita yang ingin menuntut ilmu di sana,” ujar Dr. Zain melalui layar virtual.
Dr. Zain juga menanggapi pertanyaan dari perwakilan Turki dan Mesir mengenai potensi diaspora. Ia menggarisbawahi bahwa diaspora Mandar di Timur Tengah dan Eropa memiliki potensi intelektual yang besar.
“Kita ingin data diaspora di Mesir dan Turki ini rapi. Mereka adalah aset intelektual. Nantinya, kolaborasi antara BPP KKMSB dengan cabang luar negeri ini akan difokuskan pada program-program konkret penguatan kapasitas SDM, sehingga saat mereka kembali, mereka siap membangun Sulawesi Barat dan Indonesia,” tambah Zain.
Komitmen Pengurus Luar Negeri
Menanggapi arahan Ketua Umum, baik Haidir maupun Yisril menyatakan kesiapannya untuk segera merampungkan struktur kepengurusan dan mendata warga Mandar yang berdomisili di wilayah mereka, baik yang berstatus mahasiswa maupun profesional.
Langkah ekspansi ini mendapat apresiasi dari seluruh peserta Rakornas, termasuk Ketua Dewan Pembina Muh. Asri Anas dan jajaran pengurus harian lainnya, yang menilai ini sebagai lompatan besar bagi organisasi paguyuban daerah untuk berkiprah di kancah global.












