Iran di Ambang Ledakan: Trump Siapkan Tekanan Militer Terarah, Timur Tengah Kembali di Ujung Krisis

- Editorial Team

Senin, 12 Januari 2026 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Trump bersama dengan Benjamin Netanyahu

Presiden Trump bersama dengan Benjamin Netanyahu

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan tengah menyiapkan skenario eskalasi strategis untuk mendukung gelombang protes besar-besaran di Iran sekaligus meningkatkan tekanan langsung terhadap kepemimpinan di Teheran. Langkah ini diperkirakan akan mencapai titik krusial dalam beberapa pekan ke depan, dengan kemungkinan aksi militer terbatas namun presisi tinggi.

Mengutip laporan Axios dan sumber yang dihimpun Iran International, Minggu (11/1/2026), Washington telah melakukan mobilisasi besar-besaran aset militer ke kawasan Timur Tengah selama sepekan terakhir. Pergerakan alutsista ini disebut belum berhenti dan diprediksi akan terus berlanjut sebagai bagian dari persiapan menghadapi eskalasi situasi di Iran.

Selain opsi militer langsung, pemerintahan Trump juga tengah mematangkan sejumlah langkah non-kinetik namun berdampak strategis, mulai dari pengumuman pengerahan gugus tempur kapal induk, serangan siber terarah, hingga operasi informasi yang secara khusus menargetkan legitimasi dan stabilitas pemerintahan Iran. Strategi ini dirancang untuk melumpuhkan rezim dari dalam tanpa memicu perang terbuka yang berisiko meluas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak pihak di dalam pemerintahan percaya bahwa tindakan kinetik besar pada tahap ini justru bisa melemahkan momentum gerakan protes,” ujar seorang pejabat AS sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Terkait peran sekutu utama, sumber internal menyebutkan Israel tidak akan terlibat aktif sejak awal. Keterlibatan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) baru akan terjadi setelah Amerika Serikat memulai aksi militer, itupun dengan syarat ketat. Israel dilaporkan hanya akan melancarkan serangan apabila Iran menyerang wilayahnya terlebih dahulu atau terdapat indikasi kuat serangan Iran dalam waktu dekat.

Gelombang protes di Iran sendiri dipicu oleh akumulasi tekanan ekonomi ekstrem akibat kebijakan sanksi “maximum pressure” yang kembali diberlakukan Washington. Nilai mata uang Rial yang terjun bebas, lonjakan harga kebutuhan pokok, serta pembatasan kebebasan sipil telah memicu kemarahan publik secara luas.

Kembalinya Trump ke kebijakan keras terhadap program nuklir Iran semakin mempersempit ruang manuver rezim di tengah tekanan domestik yang kian membara. Demonstrasi besar-besaran kini menjadi tantangan serius bagi kepemimpinan tertinggi Republik Islam.

Namun Teheran menepis tudingan kegagalan internal dan justru menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik kerusuhan, menyebutnya sebagai operasi destabilitasi asing.

Di sisi lain, laporan mengenai korban jiwa akibat tindakan represif aparat keamanan Iran terus meningkat. Pejabat Israel dan AS meyakini angka kematian sebenarnya jauh melampaui 116 orang yang dilaporkan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), memperkuat kekhawatiran dunia internasional akan potensi krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Situasi ini menempatkan Iran, Amerika Serikat, dan kawasan Timur Tengah pada persimpangan berbahaya—antara tekanan geopolitik terukur atau ledakan konflik yang sulit dikendalikan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB