Hashim Bantah Keras Isu Sawit Prabowo: Fitnah Pengusaha Sawit Ilegal yang Terancam Ditertibkan

- Editorial Team

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hashim, adik kandung Presiden Prabowo

Hashim, adik kandung Presiden Prabowo

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, melontarkan bantahan keras atas isu kepemilikan lahan sawit yang menyeret nama sang presiden. Ia menegaskan, kabar yang menyebut Prabowo memiliki perkebunan sawit di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat adalah fitnah besar yang sengaja direkayasa.

Pernyataan tegas itu disampaikan Hashim saat menghadiri Perayaan Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta Timur, Senin (22/12/2025). Di hadapan jemaat dan tokoh gereja, Hashim memastikan bahwa Presiden Prabowo tidak memiliki satu hektare pun lahan sawit di Indonesia.

“Ini adalah fitnah, ini bohong. Prabowo tidak punya lahan sawit satu hektare pun di bumi Indonesia,” tegas Hashim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai tudingan tersebut tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga sarat kepentingan. Hashim menduga isu itu disebarkan secara sistematis oleh kelompok pengusaha sawit ilegal yang merasa terancam oleh kebijakan tegas pemerintah dalam penegakan hukum lingkungan.

Menurut Hashim, saat ini terdapat sekitar 3,7 juta hektare kebun sawit ilegal yang berdiri di kawasan hutan lindung dan taman nasional. Lahan-lahan itu, kata dia, dikuasai oleh lebih dari 200 perusahaan yang selama ini menikmati keuntungan besar tanpa mengindahkan hukum.

“Ada 200 lebih perusahaan yang pemiliknya orang-orang jahat. Kami menduga merekalah yang menyebarkan fitnah ini, karena mereka sangat dirugikan jika pemerintah benar-benar menegakkan hukum,” ujarnya lugas.

Hashim juga mengungkap adanya penggunaan influencer bayaran dan akun-akun palsu di media sosial untuk menggiring opini publik dan menyerang Presiden Prabowo melalui narasi lingkungan yang dipelintir.

Tak hanya membantah isu sawit, Hashim turut menanggapi aspirasi masyarakat Sumatera Utara terkait kerusakan lingkungan yang dikaitkan dengan operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Ia menyebut, pemerintah saat ini telah menutup sementara operasional perusahaan tersebut.

“Saya dengar pabrik Toba Pulp Lestari sudah ditutup sementara. Mudah-mudahan dan semoga akan ditutup selama-lamanya,” kata Hashim, disambut tepuk tangan hadirin.

Hashim memastikan seluruh aspirasi masyarakat Sumatera Utara akan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo. Ia optimistis pemerintah akan bertindak adil dan berpihak pada kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan.

“Saya akan sampaikan semua aspirasi ini kepada Presiden. Saya yakin Presiden akan memperhatikan dan menanggapi dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pendeta Victor Tinambunan menegaskan bahwa perayaan Natal bersama ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial lintas gereja.

Ia mengungkapkan, pihak gereja telah menggalang dana lebih dari Rp500 juta yang akan disalurkan untuk membantu korban bencana di Sumatera Utara.

“Dana ini akan kami sumbangkan untuk meringankan beban saudara-saudara kami yang menderita akibat bencana di Sumatera Utara,” ujarnya.

Pendeta Victor juga menyoroti kondisi lingkungan di kawasan Tapanuli Raya yang dinilainya sudah mengalami kerusakan berat. Menurutnya, rentetan bencana yang terjadi belakangan bukanlah musibah alam biasa, melainkan bencana ekologis akibat eksploitasi lingkungan.

“Alam Sumatera Utara sudah rusak parah. Ini bukan kebetulan, ini bencana ekologis. Karena itu, gereja-gereja siap bekerja sama dengan pemerintah untuk memulihkan alam Tapanuli Raya,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi III DPRD Majene Kawal MoU Pemkab-PNUP, Dorong Akses Pendidikan Vokasi Berkualitas
Peringati HARGANAS Ke-33, Pemkab Majene Dorong Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
Gerindra Minta Bandung Ubah Cara Kelola Sampah, Dorong Limbah Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru Masyarakat
PKS Soroti Tiga Raperda Kota Bandung, Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan dan Proyek Strategis yang Transparan
Pererat Silaturahmi, Sekwan DPRD Majene Sambut Kunker Legislator Barru
Tingkatkan Pelayanan Pertanahan, Komisi I DPRD Majene Pelajari Inovasi Layanan di Kantah Sidrap
Komisi I DPRD Majene Boyong Rombongan Kunjugan kerja ke Kantor Pertanahan Sidrap
DPRD Majene Sambut Rombongan Prodi Ilmu Politik Unsulbar dalam Program Praktisi Mengajar

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB