MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA- Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan langkah besar dalam upaya penguatan gizi nasional dengan meresmikan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan milik Polri di seluruh Indonesia pada Jumat (13/2). Dalam agenda yang berpusat di Palmerah, Jakarta Barat tersebut, Presiden didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyempatkan diri meninjau langsung fasilitas dapur dan green house yang menjadi tulang punggung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ekspansi dan Standarisasi Layanan SPPG Polri
Dari total ribuan satuan yang diresmikan, Kapolri menjelaskan bahwa 1.072 unit merupakan fasilitas eksisting dan 107 lainnya sedang dalam proses pembangunan. Saat ini, sebanyak 411 unit telah beroperasi penuh, sementara ratusan lainnya ditargetkan rampung pada Maret mendatang. Untuk menjamin kualitas, Polri memastikan fasilitas ini memenuhi standar tinggi, di mana banyak di antaranya telah mengantongi sertifikat laik higienis-sanitasi, sertifikat halal, hingga hasil uji laboratorium yang valid.
Jangkauan Wilayah dan Kesiapan Sumber Daya Manusia
Komitmen pemerintah dalam memeratakan akses gizi terlihat dari pembangunan 33 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk survei lokasi yang sedang berjalan di berbagai provinsi Papua. Keamanan dan mutu pangan ini dikawal oleh tenaga profesional melalui rekrutmen 596 Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus), termasuk para ahli gizi dan kesehatan masyarakat yang bertugas menjaga kendali mutu di lapangan agar program berjalan aman dan efektif.
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang masif dengan target pembangunan hingga 1.500 SPPG sepanjang tahun ini. Presiden Prabowo menyoroti bagaimana penyerapan tenaga kerja yang diprediksi mencapai hampir 60.000 orang ini telah meningkatkan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga secara signifikan. Selain itu, ketergantungan dapur terhadap bahan pangan lokal seperti sayur, telur, dan daging memberikan kepastian penghasilan bagi para petani kecil di daerah.
Penguatan Rantai Pasok dan Kemandirian Pangan
Sebagai langkah jangka panjang, ekosistem Makan Bergizi Gratis ini didukung oleh konsep kemandirian pangan melalui pengelolaan tambak, peternakan, dan pertanian hidroponik di area SPPG. Guna menjaga stabilitas stok, Polri juga terus memperluas jaringan gudang logistik, dengan target memiliki 28 unit gudang berkapasitas masing-masing 1.000 ton pada tahun 2026 yang tersebar di berbagai Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia.












