MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya menutup satu bab panjang proyek transportasi mangkrak ibu kota. Sebanyak 98 tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dipastikan akan dibongkar, dengan anggaran mencapai Rp 100 miliar dari APBD.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, dana ratusan miliar rupiah itu bukan hanya untuk membongkar tiang monorel, melainkan untuk menata ulang total salah satu koridor utama Jakarta yang selama belasan tahun terpasung proyek gagal.
“Rp 100 miliar itu bukan hanya untuk membongkar tiang. Tapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan menata keseluruhan Jalan Rasuna Said,” kata Pramono dalam sambutannya saat ziarah ke makam MH Thamrin di TPU Karet Bivak, Minggu (11/1/2026).
Ia menepis anggapan bahwa biaya pembongkaran menjadi pemborosan anggaran. Menurutnya, ongkos bongkar saja relatif kecil, sementara biaya besar justru dialokasikan untuk memulihkan fungsi jalan dan ruang publik.
“Kalau hanya bongkar, kecil bangetlah. Yang mahal itu menata ulang jalannya,” tegas Pramono.
98 Tiang, Proyek Gagal, dan Harga Mahal Kesalahan Masa Lalu
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyebut pembongkaran akan dimulai Rabu pekan depan, dengan target rampung pada September 2026. Total 98 tiang monorel yang selama bertahun-tahun berdiri tanpa fungsi akan disingkirkan dari wajah kota.
“Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,” ujar Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta, Dinar Wenny.
Pembongkaran ini sekaligus menjadi simbol penyelesaian warisan proyek infrastruktur yang gagal dan membebani ruang kota, baik secara visual maupun fungsi lalu lintas.
Rasuna Said Ditata Ulang: Jalan, Trotoar, hingga Penerangan
Setelah tiang monorel disingkirkan, Pemprov DKI akan melakukan penataan menyeluruh di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, khususnya sisi timur. Penataan meliputi:
-
Perbaikan dan pelebaran jalan
-
Penataan dan peningkatan kualitas trotoar
-
Peningkatan sarana pejalan kaki
-
Penyesuaian elemen pendukung keselamatan
-
Peningkatan penerangan jalan umum
“Harapannya, setelah pembongkaran, kawasan Rasuna Said menjadi lebih aman, nyaman, dan ideal bagi semua pengguna jalan,” kata Dinar.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menegaskan seluruh pembiayaan dilakukan menggunakan APBD karena jalan dan trotoar merupakan aset Pemprov DKI.
“Kita tata semuanya pakai APBD. Jalan, trotoar, semua kita rapikan,” ujar Heru.
Menata Kota, Menebus Kesalahan
Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan upaya menebus mahalnya kesalahan perencanaan masa lalu. Proyek yang dulu digadang-gadang sebagai solusi transportasi modern, justru meninggalkan monumen kegagalan di jantung ibu kota.
Kini, Pemprov DKI memilih langkah tegas: menyudahi yang mangkrak, memulihkan ruang kota, dan mengembalikan fungsi jalan untuk warga.












