Bea Cukai Diambang Pembekuan, Dirjen Janji Reformasi Total dalam Satu Tahun

- Editorial Team

Jumat, 5 Desember 2025 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama (Sumber: Detikcom)

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama (Sumber: Detikcom)

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berada di ujung tanduk setelah Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berulang kali melontarkan ancaman pembekuan apabila instansi tersebut gagal berbenah. Peringatan keras itu menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi memberi toleransi terhadap kinerja buruk maupun problem integritas yang terus membayangi Bea Cukai.

Menanggapi hal itu, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama menyebut pernyataan Purbaya sebagai bentuk koreksi tegas yang harus dijadikan titik balik perubahan mendasar. Ia berkomitmen menggerakkan reformasi menyeluruh untuk memastikan sejarah kelam masa lalu tidak kembali terulang.

“Pernyataan Pak Menkeu itu adalah koreksi bagi Bea Cukai. Kami harus berubah, dan kami berupaya untuk menjadi jauh lebih baik,” ujar Djaka di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Djaka mengingatkan pembekuan Bea Cukai pada era Presiden Soeharto tahun 1985–1995, ketika sebagian besar kewenangan kepabeanan dialihkan ke perusahaan asing SGS melalui PT Surveyor Indonesia. Menurutnya, tragedi kelembagaan itu tidak boleh terulang, dan Bea Cukai harus bergerak cepat menghapus stigma negatif yang terlanjur melekat.

Akar persoalan, kata Djaka, dimulai dari kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan perlunya membongkar asumsi publik bahwa Bea Cukai merupakan “sarang pungli”.

“SDM, alat, hingga budaya kerja harus dibenahi. Persepsi buruk masyarakat harus perlahan kita hilangkan,” tegasnya.

Selain pembenahan internal, peningkatan sistem pengawasan menjadi agenda utama. Bea Cukai mulai mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menekan praktik under invoicing di pelabuhan dan bandara, sekaligus memperkuat pelayanan publik yang selama ini banyak dikeluhkan.

“Kinerja harus meningkat. Ketika masyarakat tidak puas, itu tanda bahwa kami harus memperbaikinya,” ujar Djaka.

Ia optimistis reformasi besar-besaran dapat dilakukan dalam satu tahun. Baginya, tidak ada pilihan lain selain berbenah atau menghadapi konsekuensi terburuk.

“Kalau kita tidak optimis, tahun depan semua selesai—Bea Cukai dibekukan dan 16.000 pegawai dirumahkan. Tidak ada yang mau itu terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengungkap telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai. Jika dalam tenggat itu tidak ada perubahan signifikan, ia menegaskan pemerintah siap mengambil langkah ekstrem.

“Kalau memang tidak bisa perform, kita bekukan betul-betul. Tapi saya minta waktu untuk memperbaikinya terlebih dahulu,” ujar Purbaya dalam Rapimnas KADIN 2025, Senin (1/12/2025).

Ancaman itu menjadi momentum besar bagi Bea Cukai untuk menegakkan integritas, meningkatkan profesionalitas, dan mengembalikan kepercayaan publik. Satu tahun ke depan akan menjadi ujian menentukan apakah reformasi dapat menyelamatkan lembaga strategis ini dari pembekuan total.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
Bagaimana Sains Memprediksi Awal Ramadan 1447 H / 2026 M?
Prabowo resmikan 1.179 dapur MBG Polri, diklaim akan mampu serap puluhan ribu tenaga kerja
Pemerintah Siapkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026
Desak RUU Perampasan Aset, Wapres Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan
Roy Suryo Soroti Perbedaan Salinan Ijazah Jokowi 2014-2019, Pertanyakan Proses Legalisasi
Kasat Narkoba Polres Bima Kota Jadi Tersangka Sabu, Dipecat Tidak Hormat; Polda NTB Bongkar Jaringan
Prabowo–Apindo Bertemu di Hambalang, Dorong Kolaborasi “Indonesia Incorporated” dan Perluasan Industri Padat Karya

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:52 WIB

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:14 WIB

DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama HIPERMAKES, Soroti KLB dan Standar Higiene Dapur MBG

Senin, 9 Februari 2026 - 23:15 WIB

Pemkot Jakut, TNI–Polri Bergerak Cepat Tangani Sampah di Kolong Tol Papanggo

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:26 WIB

Masih Ada Polisi Baik: Kisah AKBP Arif Menyamar Jadi Rakyat Biasa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:43 WIB

Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI untuk Gedung Lembaga Umat Islam

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:49 WIB

Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Getarkan Yogyakarta, Warga Bunyikan Tanda Bahaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:43 WIB

Penemuan Potongan Uang Kertas Sebanyak 21 Karung di TPS Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

Berita Terbaru

Prosesi Pelantikan Pengurus Cabang Istimewa Luar Negeri KKMSB Mekkah dan Turki

Internasional

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:52 WIB

RUKYATUL HILAL

Agama

Bagaimana Sains Memprediksi Awal Ramadan 1447 H / 2026 M?

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:48 WIB