MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Peta politik Senayan kembali bergeser. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rusdi Masse Mappasessu (RMS), resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem, langkah yang langsung memantik spekulasi soal arah politik berikutnya—termasuk isu kuat kepindahannya ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kabar pengunduran diri Rusdi dibenarkan oleh Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni.
“Benar,” ujar Sahroni singkat saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Sahroni, surat pengunduran diri Rusdi telah dikirim ke kantor DPP Partai NasDem di Cikini, Jakarta, meski ia mengaku belum melihat langsung dokumen tersebut.
Efek Domino di Komisi III
Rusdi Masse sebelumnya menggantikan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, pergantian yang terjadi di tengah gelombang demonstrasi besar di DPR pada Agustus 2025. Tak lama setelah itu, Sahroni justru dinonaktifkan dari DPR oleh partainya, keputusan yang kemudian diperkuat sanksi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) berupa nonaktif selama enam bulan.
Namun, selama menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III, Rusdi nyaris tak terlihat menjalankan peran strategisnya. Bahkan, dalam dua kali masa sidang sejak akhir 2025 hingga awal 2026, Rusdi belum sekali pun tercatat memimpin rapat Komisi III.
Situasi ini menambah tanda tanya besar: apakah pengunduran diri Rusdi sudah lama dipersiapkan?
Merapat ke PSI?
Spekulasi politik makin menguat setelah Sahroni secara terbuka menyebut kemungkinan Rusdi mengikuti jejak Ahmad Ali, kolega sesama eks NasDem yang telah lebih dulu hengkang.
“Dugaan saya demikian,” kata Sahroni, merujuk pada peluang Rusdi bergabung dengan PSI.
Jika benar, maka kepindahan Rusdi akan menambah daftar politisi senior yang merapat ke PSI, partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep, sekaligus memperkuat posisi PSI dalam menarik figur-figur berpengaruh dari parlemen.
PAW Tak Terelakkan
Sahroni menegaskan, seluruh keputusan lanjutan berada di tangan Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Namun secara aturan, pengunduran diri dari partai otomatis berimplikasi pada pergantian antar waktu (PAW) di DPR.
“Itu semua keputusan dari Ketua Umum NasDem,” ujar Sahroni.
Hingga berita ini ditulis, masih berupaya menghubungi Rusdi Masse maupun elite PSI untuk mengonfirmasi isu kepindahan tersebut. Namun belum ada respons resmi.
Satu hal jelas: mundurnya Rusdi Masse bukan sekadar soal keluar dari partai, melainkan sinyal pergeseran kekuatan politik di Senayan, yang bisa berdampak pada konfigurasi Komisi III, komisi strategis yang mengurusi hukum, HAM, dan penegakan keadilan.













