Partai Gema Bangsa Dideklarasikan, Langsung Pasang Badan Dukung Prabowo Dua Periode di Pilpres 2029

- Editorial Team

Minggu, 18 Januari 2026 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deklarasi Partai Gema Bangsa

Deklarasi Partai Gema Bangsa

MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Peta politik nasional kembali bergeser. Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik baru dalam sebuah acara megah di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (17/1/2026). Tanpa basa-basi, partai anyar ini langsung menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali maju di Pilpres 2029.

Deklarasi tersebut dibacakan Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, dan dipimpin langsung oleh Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum.

“Dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab sejarah, saya nyatakan Partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang, dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” tegas Ahmad Rofiq di hadapan ribuan peserta deklarasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak menunggu waktu lama, dukungan politik pun ditegaskan secara eksplisit.

“Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam Pemilu tahun 2029,” ujar Sopiyan lantang, disambut tepuk tangan peserta.

Partai Baru, Loyalitas Lama

Deklarasi Partai Gema Bangsa bukan sekadar kelahiran partai baru, melainkan penegasan barisan politik. Sejak hari pertama, partai ini memposisikan diri sebagai pendukung utama keberlanjutan kekuasaan Prabowo Subianto.

Menurut Sopiyan, Gema Bangsa lahir dari kegelisahan publik terhadap praktik politik transaksional, sentralistik, dan oligarkis. Partai ini mengklaim hadir sebagai partai modern yang berpihak pada kemandirian bangsa, desentralisasi politik, serta penguatan potensi daerah dan kearifan lokal.

“Partai Gema Bangsa ingin menjadi rumah politik yang nyaman, terutama bagi generasi muda, agar bisa berkontribusi secara nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengklaim struktur partai telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten/kota, bahkan memiliki perwakilan di luar negeri—sebuah klaim serius untuk partai yang baru dideklarasikan.

Prabowo Dinilai Layak Dua Periode

Ketua Umum Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq secara terbuka menyebut Prabowo Subianto sebagai pemimpin langka yang pantas diberi kesempatan dua periode.

“Rasa-rasanya langka mencari calon pemimpin seperti apa yang dimiliki oleh Pak Prabowo hari ini,” kata Rofiq.

Ia memuji ketegasan Prabowo dalam memberantas korupsi, bahkan menyebut belum pernah ada presiden sebelumnya yang sekeras Prabowo dalam menghadapi koruptor.

“Begitu kerasnya melawan korupsi. Tidak pandang bulu, apa pun disikat. Banyak koruptor lari ke luar negeri karena ancaman-ancamannya,” ucap Rofiq.

Tak hanya itu, Partai Gema Bangsa bahkan melangkah lebih jauh dengan mengusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima Nobel Perdamaian, atas perannya dalam mendorong kemerdekaan Palestina.

“Gema Bangsa mengusulkan kepada Komite Nobel Norwegia untuk memberikan Nobel Perdamaian kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Rofiq.

Menurutnya, lima tahun kepemimpinan tidak cukup untuk membangun Indonesia yang besar dan kompleks.

“Kalau hanya satu periode, tidak realistis. Dua periode itu syarat minimal agar visi dan gagasan seorang pemimpin bisa teruji dan berdampak nyata,” tegasnya.

Dukung Prabowo, Tapi Tolak Pilkada via DPRD

Menariknya, meski berada di barisan pendukung Prabowo, Partai Gema Bangsa menyatakan sikap berbeda terkait wacana Pilkada melalui DPRD yang belakangan mengemuka.

Rofiq menegaskan partainya menolak keras Pilkada tidak langsung dan menginginkan kepala daerah tetap dipilih rakyat.

“Klir, kami menginginkan keterbukaan dan transparansi. Kami ingin dipilih secara langsung,” tegasnya.

Menurutnya, Pilkada lewat DPRD justru membuka ruang transaksi politik yang lebih gelap dan menyakiti rakyat.

“Kalau Pilkada ditarik ke DPRD, itu sudah pasti transaksional. Itu jauh lebih menyakitkan masyarakat,” katanya.

Jejak Panjang Sang Ketua Umum

Meski baru dideklarasikan, Partai Gema Bangsa sejatinya bukan pemain baru. Partai ini telah berbadan hukum sejak Maret 2025 berdasarkan SK Menteri Hukum.

Sosok Ahmad Rofiq pun bukan figur sembarangan. Ia memiliki rekam jejak panjang di panggung politik nasional, pendiri Partai Matahari Bangsa, deklarator Ormas Nasional Demokrat (cikal bakal NasDem), Sekjen NasDem (2011–2013), pendiri Perindo bersama Hary Tanoesoedibjo, hingga Sekjen Perindo selama hampir satu dekade.

Ia juga tercatat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

Kini, Rofiq kembali ke gelanggang politik dengan kendaraan baru dan sikap politik yang sejak awal terang, keras, dan tanpa abu-abu.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan
Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana
Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi
Prabowo Resmikan 3.395 Jembatan-3.000 Sumber Air Bersih Dibangun TNI-Polri
PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras
Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar
Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Demonstrasi BEM UI di Sudirman Diwarnai Aksi Saling Dorong, Usung 8 Tuntutan Kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Peringatan HUT ke-81 RI: Presiden Prabowo Pimpin Hening Cipta untuk Pahlawan dan Korban Bencana

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Ancol Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:00 WIB

PERNYATAAN SIKAP LBH PP GP ANSOR Terhadap Aksi Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Diduga Korupsi Kuota Haji, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Didakwa Peroleh Rp 93,6 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Ekstra Hati-Hati Buka Suara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kejagung Usut Kasus Korupsi MBG di BGN, 12 Saksi Termasuk Sekretaris Kepala Diperiksa

Berita Terbaru

Kepala BGN Baru (Sumber: Afu.id)

Nasional

Wajib Dikembalikan: SPPG Lalai Bakal Diinvestigasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:55 WIB