MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan dirinya tetap berfokus pada tugas pemerintahan dan pengawalan program Presiden Prabowo Subianto, di tengah mulai menguatnya manuver dan wacana politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Pernyataan itu disampaikan Gibran sebagai respons atas sikap Partai Amanat Nasional (PAN) yang secara terbuka mendukung Prabowo Subianto kembali maju pada 2029 dengan opsi pasangan baru, termasuk Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
“Sebagai pembantu Presiden, saya memiliki tanggung jawab untuk mengawal serta memastikan pelaksanaan program dan visi Bapak Presiden berjalan dengan baik,” ujar Gibran dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan singkat namun tegas itu dibaca sebagai sinyal bahwa Gibran memilih menjaga fokus pada kinerja pemerintahan ketimbang masuk dalam polemik dini soal kontestasi politik lima tahun mendatang.
PAN Buka Opsi Prabowo–Zulhas
Wacana duet Prabowo–Zulkifli Hasan mengemuka setelah Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno menyatakan dukungan pribadinya terhadap skenario tersebut. Menurutnya, pasangan Prabowo–Zulhas berpotensi mendongkrak semangat kader dan elektoral PAN.
“Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai,” kata Eddy di Gedung DPR RI, Kamis (5/2/2026).
Eddy menilai dihapusnya presidential threshold memberi ruang lebih luas bagi partai politik untuk mengusung kader terbaiknya sebagai calon wakil presiden. Namun ia menegaskan, sikap tersebut masih sebatas pandangan pribadi dan belum menjadi keputusan resmi partai.
Meski demikian, satu hal yang ia pastikan: dukungan PAN kepada Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada 2029 sudah bersifat final. Eddy mengingatkan bahwa PAN merupakan partai di luar Gerindra yang konsisten mendukung Prabowo dalam tiga pilpres terakhir.
Jokowi dan PKB Dorong Dua Periode
Di sisi lain, dukungan terhadap kelanjutan kepemimpinan Prabowo–Gibran dua periode juga datang dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Jokowi secara lugas menyatakan dukungannya saat menanggapi dinamika politik 2029.
“Kan sudah saya sampaikan Prabowo–Gibran dua periode. Sudah, itu saja,” kata Jokowi di Solo, Jumat (30/1/2026).
Nada serupa disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyatakan kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo dan membuka peluang dukungan dua periode.
“Kita pokoknya puas dengan pemerintahan Pak Prabowo dan kompak minimal dua periode,” ujarnya di Kompleks Istana, Jakarta.
Namun saat ditanya apakah dukungan itu otomatis mencakup Gibran sebagai pasangan, Cak Imin belum memberi jawaban tegas. “Belum dibahas,” katanya singkat.
Dinamika 2029 Sudah Dimulai
Meski Pilpres 2029 masih beberapa tahun lagi, manuver partai dan pernyataan elite menunjukkan bahwa pemetaan koalisi sudah mulai bergerak. Nama Prabowo tampak menjadi titik temu berbagai partai, sementara posisi calon wakil presiden masih cair dan terbuka.
Di tengah dinamika itu, sikap Gibran yang menekankan fokus pada kerja pemerintahan memberi kontras tersendiri—seolah menegaskan bahwa stabilitas kinerja kabinet saat ini lebih diprioritaskan dibanding kalkulasi politik jangka panjang.
Namun satu hal jelas: suhu politik 2029 perlahan mulai menghangat, bahkan sebelum separuh masa pemerintahan berjalan.












