Bencana Melumpuhkan Tapteng: Kerugian Tembus Rp5,4 Triliun, Bupati Minta Intervensi Langsung Pemerintah Pusat

- Editorial Team

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau masyarakat yang terdampak bencana alam di Tapanuli Tengah (SUMBER: ANTARA)

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mendampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau masyarakat yang terdampak bencana alam di Tapanuli Tengah (SUMBER: ANTARA)

MATAINDONESIA.CO.ID, TAPTENG – Bencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meninggalkan jejak kehancuran masif dan beban pemulihan yang tidak ringan. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengungkapkan bahwa total kerugian sementara akibat rangkaian bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp5,4 triliun—angka yang mencerminkan skala kerusakan serius di wilayah yang dipimpinnya.

“Kerugian sementara yang kami hitung Rp5,4 triliun, lebih kurang segitu,” ujar Masinton saat ditemui di Tapanuli Tengah, Sabtu. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal darurat bagi pemerintah pusat bahwa dampak bencana di daerah tersebut telah melampaui kemampuan fiskal pemerintah kabupaten.

Menurut Masinton, kerugian tersebut mencakup berbagai sektor vital, mulai dari fasilitas umum, infrastruktur jalan dan jembatan, hingga kerugian sosial-ekonomi masyarakat. Meski belum merinci secara detail pos-pos kerusakan, ia menegaskan bahwa skala kehancuran yang terjadi tidak mungkin ditangani hanya dengan anggaran rutin daerah.

Dalam situasi ini, Masinton secara terbuka menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan aktif dan nyata dari pemerintah pusat. Ia menyebut, tanpa dukungan anggaran khusus, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan lambat dan berpotensi memperpanjang penderitaan masyarakat terdampak.

“Kami tentu selain dana umum yang kami terima dari pusat ke daerah maupun dari provinsi ke daerah, kami butuh anggaran khusus untuk melakukan rehab dan rekonstruksi agar mempercepat recovery,” tegasnya.

Masinton bahkan membeberkan skema kebutuhan anggaran pemulihan secara realistis. Ia memperkirakan, jika pemerintah pusat dapat mengalokasikan tambahan dana sekitar Rp2 triliun per tahun, maka proses pemulihan Tapanuli Tengah baru bisa tuntas dalam waktu tiga tahun.

“Katakan kami ditambah Rp2 triliun per tahun. Artinya butuh tiga tahun untuk recovery-nya,” ujarnya lugas.

Pernyataan ini menempatkan Tapanuli Tengah pada persimpangan krusial: antara menunggu kehadiran negara melalui kebijakan anggaran nasional, atau terjebak dalam pemulihan setengah jalan yang berisiko memperlebar kesenjangan dan memperparah dampak sosial ekonomi masyarakat. Di tengah angka kerugian triliunan rupiah dan infrastruktur yang lumpuh, pesan Masinton jelas—tanpa intervensi serius pemerintah pusat, bencana alam ini bukan hanya merusak wilayah, tetapi juga mengancam masa depan pembangunan Tapanuli Tengah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik
Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Korupsi Minyak Mentah
Bagaimana Sains Memprediksi Awal Ramadan 1447 H / 2026 M?
Prabowo resmikan 1.179 dapur MBG Polri, diklaim akan mampu serap puluhan ribu tenaga kerja
Pemerintah Siapkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN, TNI, dan Polri pada 2026
Rahmawati Wardin: Silaturahmi dan Arisan Pererat Kebersamaan, TP PKK Desa Palipi Soreang Gaungkan Edukasi Cegah Perkawinan Dini
Desak RUU Perampasan Aset, Wapres Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan
Roy Suryo Soroti Perbedaan Salinan Ijazah Jokowi 2014-2019, Pertanyakan Proses Legalisasi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:52 WIB

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:14 WIB

DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat Bersama HIPERMAKES, Soroti KLB dan Standar Higiene Dapur MBG

Senin, 9 Februari 2026 - 23:15 WIB

Pemkot Jakut, TNI–Polri Bergerak Cepat Tangani Sampah di Kolong Tol Papanggo

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:26 WIB

Masih Ada Polisi Baik: Kisah AKBP Arif Menyamar Jadi Rakyat Biasa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:43 WIB

Prabowo Siapkan Lahan Strategis di Bundaran HI untuk Gedung Lembaga Umat Islam

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:49 WIB

Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Getarkan Yogyakarta, Warga Bunyikan Tanda Bahaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 23:43 WIB

Penemuan Potongan Uang Kertas Sebanyak 21 Karung di TPS Bekasi

Rabu, 4 Februari 2026 - 12:45 WIB

Tewasnya Anak SD di NTT Dinilai Potret Kemiskinan dan Problem Pendidikan

Berita Terbaru

Prosesi Pelantikan Pengurus Cabang Istimewa Luar Negeri KKMSB Mekkah dan Turki

Internasional

KKMSB Resmi Go Internasional: Cabang Istimewa Mekkah & Turki Dilantik

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:52 WIB

RUKYATUL HILAL

Agama

Bagaimana Sains Memprediksi Awal Ramadan 1447 H / 2026 M?

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:48 WIB