MATAINDONESIA.CO.ID, JAKARTA – Pemuda Peduli Pendidikan dan Demokrasi (PALPASI) Indonesia resmi menutup program Short Course Lingkungan dan Hak Asasi Manusia (HAM) setelah hampir tiga pekan pelaksanaan intensif sejak 22 Januari 2026. Program ini tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga forum pembentukan gagasan kritis generasi muda terkait isu lingkungan dan kemanusiaan.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PALPASI Indonesia, Andi Muh. Riski AD, S.H., M.H., dalam seremoni daring melalui Zoom Meeting. Acara dipandu oleh Lintang, yang juga menjabat sebagai ketua bidang di PALPASI Indonesia.
Program ini merupakan kolaborasi strategis PALPASI Indonesia bersama Institute for Transformative Research on Sustainability and Religious Action (INTIRA), menandai sinergi antara gerakan kepemudaan dan lembaga riset dalam mendorong diskursus keberlanjutan dan HAM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seleksi Ketat, Lahirkan Peserta Terpilih
Dalam laporan kegiatan, Rini Asriasni, S.Hum., M.Si., selaku Penanggung Jawab sekaligus Direktur Bidang HAM dan Demokrasi PALPASI Indonesia, mengungkapkan bahwa program ini diikuti 79 peserta pada tahap awal. Namun, hanya 28 peserta yang mampu menuntaskan seluruh rangkaian hingga akhir.
Menurut Rini, jumlah tersebut mencerminkan standar keseriusan dan komitmen intelektual yang dijaga sepanjang program.
“Output dari kegiatan ini bukan sekadar sertifikat. Kami mengharapkan seluruh intisari ilmu yang telah didapatkan selama program ini dituliskan kembali oleh peserta. Tulisan-tulisan tersebut nantinya akan dibukukan oleh PALPASI Indonesia, agar gagasan mereka menjadi sesuatu yang abadi dan dapat diketahui serta dipelajari oleh semua orang,” tegasnya.
Gagasan pembukuan ini diproyeksikan menjadi wadah dokumentasi pemikiran muda sekaligus kontribusi nyata terhadap literasi publik di bidang lingkungan dan HAM.
Apresiasi untuk Peserta Berprestasi
Sebagai bentuk penghargaan, panitia menetapkan Fildzah Syafarina Nf sebagai Peserta Teraktif, sementara predikat Peserta Terbaik diraih oleh Raghib Muhammad Sakho. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi, kualitas partisipasi, dan kedalaman analisis selama program berlangsung.
Dokumentasi Pemikiran sebagai Jejak Sejarah
Ketua Umum PALPASI Indonesia, Andi Muh. Riski AD, menegaskan bahwa rencana pembukuan karya peserta merupakan langkah konkret dalam memperjuangkan environmental justice.
“Karya tulis yang akan dibukukan nanti adalah bukti sejarah bahwa generasi muda hari ini tidak diam melihat krisis lingkungan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perubahan sosial selalu berawal dari gagasan yang terdokumentasi dengan baik dan disebarluaskan secara luas.
Komitmen Mencetak Pemuda Kritis
PALPASI Indonesia dikenal sebagai organisasi kepemudaan dengan visi “Maju Pendidikannya, Sehat Demokrasinya.” Melalui berbagai program pendidikan dan aktivisme, organisasi ini berupaya menumbuhkan daya nalar kritis pemuda agar mampu terlibat aktif dalam isu-isu publik.
Penutupan short course ini sekaligus menjadi penanda bahwa investasi pada pemikiran muda bukan berhenti di ruang kelas, melainkan berlanjut dalam karya nyata yang dapat memengaruhi arah diskusi publik ke depan.












